Dukung Saudi dalam Perang Yaman, AS Merasa Benar

Sabtu, 17 Maret 2018 - 16:05 WIB
Dukung Saudi dalam Perang...
Dukung Saudi dalam Perang Yaman, AS Merasa Benar
A A A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Mattis membela dukungan militer kepada koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi dalam perang di Yaman. Menurutnya, dukungan Pentagon sudah benar karena untuk membantu untuk mengurangi jumlah korban tewas dari kalangan sipil dan membawa konflik ke sebuah negosiasi akhir.

"Kami perlu mendapatkan (perang di Yaman) ini ke sebuah penyelesaian yang dinegosiasikan, dan kami yakin bahwa kebijakan kami saat ini benar untuk melakukan hal ini," kata kepala Pentagon tersebut kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Sabtu (17/3/2018).

Saudi dan sekutu Arab-nya melakukan agresi di Yaman untuk memerangi pemberontak Houthi sejak 2015. Agresi itu atas permintaan presiden sah Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi, yang nyaris digulingkan pemberontak Houthi. Banyak warga sipil tewas dan jutaan orang menderita dalam konflik di Yaman.

Mattis berpendapat bahwa upaya AS pada akhirnya akan membantu membawa konflik ke resolusi yang ditengahi PBB.

Sebelumnya, Kepala Pentagon tersebut mengirim sebuah surat kepada pemimpin Senat Mitch McConnell yang berisi penjelasan soal bantuan non-tempur AS kepada Saudi dan sekutunya. Dalam suratnya, Mattis memperingatkan senator bahwa mengakhiri dukungan akan berdampak negatif pada situasi di lapangan.

"Pembatasan terbaru atas dukungan militer AS dapat meningkatkan jumlah korban sipil, membahayakan kerja sama dengan mitra kami dalam melawan terorisme dan mengurangi pengaruhnya, yang semuanya akan semakin memperburuk situasi dan krisis kemanusiaan," bunyi surat Mattis.

Memotong bantuan AS, lanjut surat Mattis, berarti akan "memperjuangkan" Iran untuk membantu pemberontak Syiah di Yaman. "Dan menempatkan jalur pelayaran penting di Laut Merah yang berisiko, sehingga pada akhirnya meningkatkan bahaya konflik regional yang lebih luas," imbuh surat Mattis.

Dalih-dalih Pentagon itu merupakan upaya terbaru militer AS untuk memengaruhi nasib sebuah resolusi yang akan memaksa Senat untuk memberikan suara terkait dukungan AS kepada Arab Saudi dalam konflik Yaman.

Riyadh sendiri sudah berulang kali menghadapi kritik atas serangan udara yang diduga serampangan yang menargetkan infrastruktur sipil di Yaman. Tindakan Saudi dan sekutnya dalam memblokade Yaman juga menyebabkan warga sipil di negara tersebut mengalami kelaparan.

Menurut data Oxfam, sekitar 10.000 warga sipil Yaman telah meninggal. Negara ini mengalami juga bencana kelaparan dan epidemi kolera. PBB mengatakan ada 22 juta orang di Yaman yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
(mas)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Presiden Yaman Hadi...
Presiden Yaman Hadi Diterbangkan ke AS untuk Perawatan Medis
Houthi Klaim Tembak...
Houthi Klaim Tembak Jatuh Drone AS Dekat Perbatasan Saudi
Tak Peduli Keputusan...
Tak Peduli Keputusan AS, Saudi: Kami Tetap Anggap Houthi sebagai Teroris
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
AS Tegaskan akan Bantu...
AS Tegaskan akan Bantu Saudi Lindungi Diri dari Serangan Luar
Berita Terkini
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
42 menit yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
1 jam yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
3 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
4 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved