Israel Kutuk Serangan Racun di Inggris, tapi Tak Berani Sebut Rusia

Jum'at, 16 Maret 2018 - 17:19 WIB
Israel Kutuk Serangan...
Israel Kutuk Serangan Racun di Inggris, tapi Tak Berani Sebut Rusia
A A A
TEL AVIV - Kementerian Luar Negeri Israel mengutuk serangan racun saraf terhadap mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal di Salisbury, Inggris. Namun, Tel Aviv tak berani menyebut Moskow sebagai dalang serangan seperti yang dituduhkan Inggris, Amerika Serikat (AS), Prancis dan Jerman.

"Israel memandang dengan gravitasi peristiwa yang terjadi di Inggris Raya dan mengutuknya dengan keras," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

"Kami berharap agar masyarakat internasional dapat bekerja sama untuk menghindari kejadian lebih lanjut," lanjut kementerian itu yang pernyataannya dirilis di Twitter melalui akun @IsraelMFA, Jumat (16/3/2018).

Pada tanggal 4 Maret 2018, Skripal, mantan agen intelijen Rusia yang membelot ke Inggris, bersama dengan putrinya Yulia Skripal, dan seorang perwira polisi Inggris, terpapar racun saraf yang langka dan kuat di Salisbury, Inggris selatan. Skripal dan putrinya tetap dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Para pemimpin AS, Prancis, dan Jerman, bergabung dengan Inggris dalam menyalahkan Rusia atas tuduhan sebagai dalang serangan racun Novichok, racun saraf terhebat yang pernah dimiliki Moskow sejak era Soviet.

Serangan tersebut sebagai serangan racun pertama di Eropa sejak Perang Dunia II. Moskow membantah terlibat dan menganggap tak ada untungnya meracuni Skripal yang dianggap sebagai pengkhianat Rusia.

Menurut laporan Channel 10, Kementerian Luar Negeri Israel hanya mengeluarkan pernyataan kecaman sehubungan dengan permintaan langsung dari Duta Besar Inggris di Israel kepada pejabat senior di Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Rabu.

Pernyataan samar-samar Israel, yang dilepaskan dirilis sehari kemudian, tidak menyebutkan secara eksplisit keracunan tersebut didalangi Moskow.

Negara yang masih bermusuhan dengan Palestina ini terus berhati-hati dalam berkomentar yang berkaitan langsung dengan Rusia. Hal itu karena mempertimbangkan posisi Moskow yang memiliki pasukan militer di Suriah, yang dekat dengan Israel.

Israel sebenarnya juga memiliki sejarah tersendiri terkait percobaan pembunuhan di luar negeri dengan racun yang kuat. Salah satu peristiwa yang paling dikenal adalah upaya tahun 1997 untuk membunuh pemimpin Hamas Khaled Mashaal yang saat itu berada di Yordania.

Agen Mossad yang kala itu hendak menyemprot Mashaal dengan racun mematikan ditangkap. Peristiwa tersebut telah memicu krisis diplomatik dengan Amman dan baru diselesaikan setelah Yordania memaksa Israel untuk menyediakan obatnya.
(mas)
Berita Terkait
5 Negara NATO dengan...
5 Negara NATO dengan Militer Terkuat Jika Amerika Serikat Keluar, Siapa Saja?
AS, Inggris, Prancis...
AS, Inggris, Prancis dan Jerman Bersatu Melawan Iran Kembangkan Bom Nuklir
Prancis Siap Sebar Senjata...
Prancis Siap Sebar Senjata Nuklir ke Penjuru Eropa, Termasuk Jerman
3 Negara Pemberi Utang...
3 Negara Pemberi Utang ke Israel, AS Mendominasi
4 Negara Pelindung Israel...
4 Negara Pelindung Israel yang Halau Rudal-rudal Iran ke Tel Aviv, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Diajak Israel Keroyok...
Diajak Israel Keroyok Iran, Ini Respons Amerika dan 2 Sekutu Nuklirnya
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
6 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
8 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
9 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
10 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
11 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved