Komentari Kesepakatan Nuklir, Iran Cemooh Kuartet Arab

Jum'at, 09 Maret 2018 - 13:51 WIB
Komentari Kesepakatan...
Komentari Kesepakatan Nuklir, Iran Cemooh Kuartet Arab
A A A
TEHERAN - Iran menolak pernyataan komite menteri kuartet Arab yang mengecam program rudal Teheran dan mempertanyakan kepatuhan Negeri Mullah itu terhadap kesepakatan nuklir 2015. Iran menyebut pernyataan tersebut tidak berharga.

Kuartet yang terdiri dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain, mengeluarkan sebuah pernyataan pada hari Rabu yang mengecam pengembangan program rudal balistik Iran. Mereka juga mengungkapkan keprihatinan atas apa yang digambarkan sebagai kurang seriusnya Teheran dalam mematuhi Rencana Aksi Komprehensif Bersama 2015 (JCPOA).

"Iran harus mematuhi resolusi Dewan Keamanan 2231 sehubungan dengan program rudalnya dan masyarakat dunia perlu melakukan mekanisme yang efektif untuk memverifikasi pelaksanaan resolusi, inspeksi dan pemantauan Iran," bunyi pernyataan yang dikeluarkan di Kairo itu.

Resolusi 2231 diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB pada bulan Juli 2015 untuk mendukung kesepakatan nuklir JCPOA antara Iran dan enam negara lainnya.

Komite Kuartet Menteri Arab juga meminta kekuatan dunia untuk mengajukan kembali sanksi kepada Iran jika Teheran melanggar resolusi tersebut. Mereka juga mengecam apa yang disebut campur tangan Iran dengan urusan internal Arab, mengklaim bahwa Teheran merusak stabilitas di wilayah tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi menolak pernyataan tersebut. Qassemi menyebut pernyataan tersebut sama sekali tidak berharga, tidak dapat diterima dan tidak masuk akal. Ia pun menekankan kuartet Arab tidak memiliki yurisdiksi atas masalah ini.

"Negara-negara yang memiliki tanggung jawab utama untuk invasi, penghancuran dan krisis kemanusiaan di Yaman serta penyebaran terorisme dan ekstremisme di wilayah tersebut harus meninggalkan tarian politik mereka yang memalukan untuk menyenangkan rezim Zionis," kata Qassemi, merujuk pada Israel.

"Kuartet Arab harus tahu bahwa Iranophobia telah menjadi kebijakan yang gagal," imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (9/3/2018).

Iran dan negara-negara P5 + 1 berhasil menyelesaikan JCPOA, juga hanya menyebut kesepakatan nuklir Iran, pada bulan Juli 2015 dan mulai menerapkannya pada bulan Januari 2016. Keenam negara tersebut terdiri dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman.

JCPOA menetapkan penghapusan sanksi anti-Iran di mana sebagai gantinya Iran yang tidak menjalankan program nuklirnya untuk kepentingan militer. Namun, kesepakatan tersebut tidak mencakup program rudal Iran.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah berulang kali menegaskan bahwa Iran mematuhi komitmennya berdasarkan kesepakatan tersebut.

Qassemi menegaskan bahwa Iran akan tetap berkomitmen terhadap kesepakatan tersebut selama kepentingannya terjamin. Ia menambahkan bahwa Republik Islam memainkan peran konstruktif dalam stabilitas dan keamanan regional.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Negara-Negara...
Mengapa Negara-Negara Anggota Baru BRICS Mayoritas Muslim?
Arab Saudi Buka Lagi...
Arab Saudi Buka Lagi Kedubes di Qatar dalam Beberapa Hari
Arab Saudi, UEA, Bahrain,...
Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir Cabut Blokade Qatar Hari Ini
Iran Tuding Arab Saudi...
Iran Tuding Arab Saudi Punya Rencana Nuklir Rahasia
UEA Minta Iran Beri...
UEA Minta Iran Beri Jaminan soal Program Nuklir
Produksi Logam Uranium,...
Produksi Logam Uranium, Arab Saudi: Aktivitas Nuklir Iran Mengkhawatirkan
Berita Terkini
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
15 menit yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
1 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
2 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
4 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
5 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
6 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved