Senator AS Sebut Perang dengan Korut Layak Dilakukan

Minggu, 04 Maret 2018 - 06:28 WIB
Senator AS Sebut Perang...
Senator AS Sebut Perang dengan Korut Layak Dilakukan
A A A
WASHINGTON - Kerusakan yang diakibatkan oleh perang Amerika Serikat (AS) dengan Korea Utara (Korut) layak dilakukan. Hal itu dikatakan oleh seorang Senator AS Lindsey Graham, memicu spekulasi lebih lanjut jika AS bersiap untuk melakukan tindakan militer terhadap Pyonyang.

"Semua kerusakan yang akan datang dari perang akan sangat berharga dalam hal stabilitas jangka panjang dan keamanan nasional," kata senator Partai Republik dari South Carolina itu kepada CNN.

"Saya benar-benar yakin bahwa Presiden Trump dan timnya menolak kebijakan penahanan. Mereka telah menarik garis merah di sini dan untuk tidak membiarkan Korea Utara membangun rudal berkepala nuklir untuk menghantam Amerika," imbuhnya seperti dikutip dari RT, Minggu (4/3/2018).

Komentar Graham datang saat AS dilaporkan mempertimbangkan tindakan militer terhadap Korut, jika Pyongyang membangun rudal nuklir yang mampu menyerang AS, menurut beberapa sumber, CNN melaporkan.

Pekan lalu, Washington mengungkapkan sanksi terakhirnya terhadap Korut atas uji coba rudal nuklir dan balistiknya, yang menargetkan industri perkapalan Pyongyang. Trump mengingatkan sebuah fase dua bisa jadi "sangat, sangat disayangkan bagi dunia," jika semua upaya itu berujung kegagalan.

Baca juga:
AS Hajar Korut dengan Sanksi Terbesar, Targetkan 28 Kapal dan 27 Entitas

Trump: Jika Sanksi pada Korut Tak Mempan, Melangkah ke Tahap 2

AS tampak berselisih dengan keinginan Korea Selatan (Korsel) dan Korut untuk terlibat dalam dialog setelah Olimpiade Musim Dingin, di mana saudara pemimpin Korut Kim Jong-un, Kim Yo-jong, hadir. Kim Yo-jong adalah anggota pertama keluarga penguasa Korut yang mengunjungi Korsel sejak Perang Korea, dan berjabat tangan dengan Presiden Korsel Moon Jae-in saat upacara pembukaan.

Pada hari Kamis, Moon mengatakan kepada Trump bahwa dia berencana untuk mengirim seorang utusan ke Korut menyusul undangan yang diberikan Pyongyang. Ini akan menjadi pertemuan antar-Korea pertama sejak 2007. Korsel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dialog dengan Korut "akan terus berlanjut."

Graham, anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat, adalah seorang sayap kanan yang sering menganjurkan tindakan militer AS, termasuk menyerukan agar AS mengirim 10.000 tentara untuk memerangi Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS) di Irak. Ia juga merupakan salah satu "paduan suara" kandidat presiden dari Partai Republik yang menyerukan agar AS menembak jatuh pesawat Rusia di Suriah pada tahun 2015.

Anehnya, Graham menyadari kehancuran yang akan terjadi antara AS dan Korut di wilayah tersebut. Berbicara di acara Today pada bulan Agustus, Graham mencatat: "Jepang, Korea Selatan, China semua berada dalam garis pasang perang jika kita memulai dengan Korea Utara."

"Jika ada perang yang harus dihentikan Kim Jong-un, itu akan terjadi di sana. Jika ribuan orang meninggal, mereka akan mati di sana. Mereka tidak akan mati di sini, "tambahnya.

"Dan Trump memberitahuku itu di wajahku. Itu mungkin provokatif, tapi tidak juga. Saat Anda menjadi presiden Amerika Serikat, di mana kesetiaan Anda berbohong? Kepada rakyat Amerika Serikat," tegasnya.

Selama Perang Korea 1950-53, diperkirakan 2,5 juta orang meninggal dunia. Jika AS memasuki perang dengan Korut, konflik tersebut kemungkinan akan menimbulkan konsekuensi bencana bagi wilayah yang lebih besar dan membahayakan warga AS.
(ian)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Berita Terkini
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
26 menit yang lalu
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
2 jam yang lalu
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
2 jam yang lalu
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
3 jam yang lalu
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
4 jam yang lalu
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
5 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved