Iran Ancam Hengkang dari Kesepakatan Nuklir

Jum'at, 23 Februari 2018 - 07:06 WIB
Iran Ancam Hengkang...
Iran Ancam Hengkang dari Kesepakatan Nuklir
A A A
LONDON - Teheran mengancam akan hengkang dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragachi memperingatkan dunia akan menghadapi “krisis nuklir Iran lainnya” jika kesepakatan tahun 2015 runtuh.

Ancaman itu dilontarkan dalam sebuah pidato di Chatham House London pada hari Kamis.

Menurut Aragachi, “atmosfer ketidakpastian” di bawah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah membuat lebih sulit bagi Iran untuk tetap menjalankan kesepakatan yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) tersebut.

”Jika kita kehilangan JCPOA, kita akan menghadapi krisis nuklir lagi, yang akan sangat sulit dipecahkan saat ini,” katanya.

“Ini adalah pilihan antara keamanan dan ketidakamanan di tingkat dunia,” katanya lagi, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (23/2/2018).

Araghchi, yang bertindak sebagai juru runding nuklir utama Iran, juga mengisyaratkan bahwa Iran dapat menarik diri dari kesepakatan tersebut jika negaranya gagal untuk memetik manfaat yang diharapkan dari JCPOA.

”Bagi Iran, kami seharusnya mendapat keuntungan dari pencabutan sanksi,” katanya merujuk pada hasil kesepakatan nuklir Iran. ”Jika perusahaan dan bank-bank (internasional) tidak bekerjasama dengan Iran, kami tidak bisa tetap berada dalam kesepakatan yang tidak menguntungkan kami.”

Faktanya, masih ada beberapa bank internasional yang menolak bekerjasama dengan Iran karena takut terkena sanksi dari AS.

Di bawah kesepakatan nuklir 2015 yang ditandatangani di Wina antara Iran dan enam kekuatan dunia—Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Prancis, Inggris dan China—Teheran bersedia mengekang program pengayaan uranium dengan imbalan pencabutan sanksi atau embargo.

Menurut inspektur PBB, Iran terus mematuhi kesepakatan tersebut. Sebagai gantinya, Iran diizinkan untuk melanjutkan perdagangan minyak dan gas di pasar internasional.

Aset Iran di luar negeri senilai USD 100 miliar yang sebelumnya dibekukan juga sudah dibebaskan dari sanksi.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
Iran Bersumpah Akan...
Iran Bersumpah Akan Balas Dendam Jika AS Jatuhkan Sanksi
Iran Tegaskan Tolak...
Iran Tegaskan Tolak Renegosiasi Perjanjian Nuklir dengan AS
Berita Terkini
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
40 menit yang lalu
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
1 jam yang lalu
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
2 jam yang lalu
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
3 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
4 jam yang lalu
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved