Turki dan AS Sepakat Normalisasi Hubungan setelah Seteru Memanas

Jum'at, 16 Februari 2018 - 17:39 WIB
Turki dan AS Sepakat...
Turki dan AS Sepakat Normalisasi Hubungan setelah Seteru Memanas
A A A
ANKARA - Turki dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk menormalisasi hubungan setelah perseteruan kedua negara memanas terkait operasi militer Ankara terhadap pasukan Kurdi Suriah yang didukung Washington.

Kesepakatan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu saat konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson di Ankara, Jumat (16/2/2018).

”Kami sepakat untuk menormalisasi hubungan lagi,” kata Cavusoglu. Dia mengatakan, hubungan kedua negara telah berada pada ”fase kritis”. Kedua pihak sepakat untuk menciptakan mekanisme guna membahas masalah yang memicu perseteruan antar-anggota NATO ini.

Menlu Cavusoglu menambahkan, lebih dari 100 warga Turki terbunuh dalam serangan yang dilakukan oleh YPG Kurdi yang didukung AS. Namun, diplomat Ankara ini tidak menjelaskan apakah ratusan korban itu berasal dari perang di Afrin atau dalam konflik lain.

Kendati sepakat menormalisasi hubungan, Turki tetap minta jaminan dari AS untuk menarik pasukan Kurdi dari Manbij, Suriah, ke tepi timur Sungai Efrat.

Sementara itu, Menlu Tillerson mengatakan dukungan Washington terhadap Pasukan Demokrat Suriah (SDF)—yang sebagian besar terdiri dari pasukan Kurdi—akan dibatasi.

”Kami menganggap serius ketika sekutu NATO kami mengatakan bahwa pihaknya memiliki masalah keamanan, kami selalu memberi tahu kepada Turki bahwa dukungan kami terhadap SDF akan terbatas,” kata Tillerson, seperti dikutip Sputnik.

AS mengakui hak Ankara untuk mengamankan perbatasannya. Namun, Tillerson menyerukan Turki untuk menahan diri dalam operasi militer di Afrin, Suriah, dan tidak meningkatkan ketegangan.

Seperti diketahui, sejak beberapa minggu lalu militer Turki meluncurkan operasi militer di Afrin dengan kode nama “Operation Olive Branch” untuk memerangi pasukan YPG Kurdi. Ankara mengakui ada korban di pihaknya selama operasi militer berlangsung, namun tidak merinci jumlahnya secara pasti.

Perang antara Turki dan YPG Kurdi di Afrin membuat AS dilemma. Di satu sisi, YPG Kurdi adalah sekutu AS dalam perang melawan ISIS di Suriah. Namun, di sisi lain Turki juga sekutu AS di keanggotaan NATO.

Pemerintah Erdogan memerangi YPG Kurdi di wilayah Suriah yang berbatasan dengan Turki karena kelompok itu dinyatakan Ankara sebagai organisasi teroris.
(mas)
Berita Terkait
AS: Operasi Militer...
AS: Operasi Militer Turki ke Suriah Mengancam Stabilitas Regional
Suriah Sebut Setiap...
Suriah Sebut Setiap Serangan Turki Sama dengan Kejahatan Perang
AS Prihatin Turki Terus...
AS Prihatin Turki Terus Gempur Basis Kurdi di Suriah
AS Dukung Operasi Militer...
AS Dukung Operasi Militer Turki di Suriah Meski Persulit Kurdi
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
1 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
2 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
2 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
3 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved