Badai Hancurkan Ibu Kota Tonga

Rabu, 14 Februari 2018 - 12:13 WIB
Badai Hancurkan Ibu...
Badai Hancurkan Ibu Kota Tonga
A A A
WELLINGTON - Badai Gita menerjang Tonga pada tengah malam kemarin sehingga meratakan gedung parlemen dan menghancurkan atap-atap rumah warga serta memicu banjir.

Sejumlah negara tetangga Tonga segera mengirim bantuan ke negara pulau Pasifik tersebut. Belum ada laporan korban tewas akibat badai Kategori 4 dengan angin 200 kilometer per jam tersebut. “Meski demikian, banyak warga yang mengalami luka serius,” ungkap Graham Kenna, penasihat Pemerintah Australia di Kantor Manajemen Darurat Nasional Tonga, kemarin, pada Reuters .

Sejumlah foto di media sosial menunjukkan gedung parlemen yang hancur di ibu kota serta banjir dan tiang listrik roboh. Akses ke luar ibu kota juga terhalang oleh kerusakan akibat badai itu. “Besarnya kerusakan akibat Badai Siklon Gita masih dihitung, tapi ada kebutuhan mendesak untuk bantuan di lapangan,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Selandia Baru Winston Peters.

Dia menambahkan, “Sekitar 5.700 orang berada di tempat evakuasi tadi malam dan diperkirakan jumlahnya meningkat drastis malam ini.” Selandia Baru telah menyumbang USD545.000 untuk bantuan bencana. Satu pesawat Hercules milik Angkatan Udara Selandia Baru telah dikirim untuk membawa suplai darurat ke Tonga kemarin.

Australia menyumbang USD275.000 untuk penampungan darurat, dapur, dan peralatan kebersihan. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Australia menyatakan para personel militer Australia telah membantu upaya pembersihan pascabencana. Tonga mulai melakukan pembersihan kemarin pagi saat ekor badai masih di atas ibu kota Nuku’alofa.

“Kabel listrik lalu lalang di mana-mana. Membutuhkan waktu beberapa hari sebelum listrik kembali mengalir. Suplai air dan jaringan radio juga terganggu,” kata Graham Kenna. Dia menambahkan, “Mereka memadamkan listrik sebelum badai datang, tahu bahwa jaringan listrik akan rusak.

Itu langkah bagus.” Kenna memperkirakan sekitar 40% rumah di ibu kota mengalami kerusakan, terutama atap yang lepas dan hancur. “Banyak rumah tua, terutama beberapa rumah warisan yang mengalami kerusakan parah atau hancur. Itu sangat menyedihkan karena rumah itu sangat bersejarah.

Mereka berhasil bertahan pada badai sebelumnya, tapi badai ini yang terbesar di pulau ini dalam 60 tahun terakhir,” katanya. Badai itu menuju Fiji kemarin dan diperkirakan menguat menjadi badai Kategori 5. Perdana Menteri (PM) Fiji Frank Bainimarama memperingatkan warganya agar bersiap menghadapi badai tersebut. (Muh Shamil)
(nfl)
Berita Terkait
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Selandia Baru Heboh,...
Selandia Baru Heboh, Kelelawar Menangkan Kontes Burung Tahunan
Tersesat, Pinguin Antartika...
Tersesat, Pinguin Antartika Ini Berenang 3.000 km ke Selandia Baru
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
Berita Terkini
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
44 menit yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
1 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
2 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
2 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
4 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved