Pasukan Suriah Gempur Oposisi Dibalas Serangan Koalisi AS

Kamis, 08 Februari 2018 - 06:49 WIB
Pasukan Suriah Gempur...
Pasukan Suriah Gempur Oposisi Dibalas Serangan Koalisi AS
A A A
DAMASKUS - Pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan udara terhadap pasukan rezim Suriah. Kubu koalisi AS mengklaim serangan udara mereka bersifat defensif sebagai pembalasan setelah pasukan loyalis Presiden Bashar al-Assad menyerang pasukan oposisi Suriah.

Pasukan oposisi atau pemberontak yang diserang pasukan Assad adalah Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang selama ini didukung Washington. Serangan terjadi beberapa jam lalu yang memicu pembalasan dari koalisi AS.

”Dalam mempertahankan kekuatan koalisi dan pasukan mitra, koalisi melakukan serangan terhadap pasukan yang menyerang untuk mengusir tindakan agresi terhadap mitra yang terlibat dalam misi Koalisi Global Anti-Daesh (ISIS),” kata Komando Pusat AS dalam siaran persnya yang dikutip Russia Today, Kamis (8/2/2018).

Menurut koalisi, serangan dari pasukan pro-rezim Suriah terhadap markas besar SDF tidak beralasan.

“Koalisi pimpinan AS juga telah dengan tegas menekankan haknya yang tidak dapat dinegosiasikan untuk bertindak dalam pembelaan diri, sejak menjadi mitra di lapangan di Suriah,” lanjut Komando Pusat AS.

Konfrontasi tersebut terjadi di wilayah yang berjarak sekitar delapan kilometer sebelah timur sungai Efrat yang merupakan “garis dekonfliksi”. Belum ada laporan terkait kemungkinan jatuhnya korban jiwa dari pihak-pihak yang terlibat konflik.

Damaskus telah berulang kali menyatakan bahwa kehadiran koalisi AS di tanahnya adalah tindakan agresi dan pelanggaran terhadap kedaulatan negara tersebut. Menurut pemerintah Assad, pasukan udara Rusia dan Suriah adalah satu-satunya yang diizinkan beroperasi di negara itu.

Sebenarnya, pemerintah Suriah telah berulang kali meminta PBB untuk mendesak pasukan AS hengkang dari negara tersebut, terlebih kelompok ISIS yang jadi alasan operasi militer AS telah dikalahkan.

Namun, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson justru berjanji bahwa pasukan Washington akan tetap berada di Suriah tanpa batas waktu untuk melawan pasukan Presiden Assad dan pengaruh Iran di wilayah tersebut.

Koalisi pimpinan AS juga mempertimbangkan untuk menumpuk sekitar 30.000 pasukan untuk mengamankan penguasaan wilayah yang dikuasai oleh SDF di Suriah. Gagasan itu memicu reaksi penolakan yang kuat dari Turki yang telah meluncurkan operasi militer dengan kode nama “Operation Olive Branch” terhadap pasukan Kurdi untuk mengamankan penyangga zona aman di Suriah.
(mas)
Berita Terkait
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Serangan AS di Suriah...
Serangan AS di Suriah Tewaskan Pemimpin Senior ISIS
Pasukan AS Tewaskan...
Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan...
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan Tewas dalam Pertempuran
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
1 jam yang lalu
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
1 jam yang lalu
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
2 jam yang lalu
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
4 jam yang lalu
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
4 jam yang lalu
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved