Contohkan Budak, Guru AS Injak Punggung Pelajar Kulit Hitam

Sabtu, 03 Februari 2018 - 17:19 WIB
Contohkan Budak, Guru...
Contohkan Budak, Guru AS Injak Punggung Pelajar Kulit Hitam
A A A
NEW YORK - Seorang guru sejarah di New York, Amerika Serikat (AS) diselidiki departemen terkait setelah memaksa tiga pelajar kulit hitam berbaring di lantai untuk menjelaskan pelajaran perbudakan AS. Tindakan guru perempuan di sekolah menengah itu dianggap sebagai tindakan rasisme.

Kasus terjadi di sebuah sekolah menengah di Bronx, New York. Guru bernama Patricia Cummings memaksa tiga pelajar kulit hitam untuk berbaring di lantai dan kemudian melangkah ke belakang untuk mendiskusikan pelajaran perbudakan.

”Anda lihat bagaimana menjadi seorang budak? Bagaimana rasanya?,” kata Cummings saat mendemonstrasikan praktik perbudakan dalam pelajaran sejarah tersebut.

Pelajaran yang didiskusikan itu adalah tentang Middle Passage yang terkenal. Middle Passage mengacu pada sejarah saat orang-orang Afrika, yang sangat padat di sejumlah kapal, dibawa melintasi Atlantik ke Amerika sebagai bagian dari perdagangan budak global.

Perjalanan itu memakan waktu tiga sampai empat bulan, di mana banyak orang meninggal karena kelaparan dan penyiksaan. Orang-orang diperbudak saat itu dirantai selama perjalanan.

Beberapa telah siswa telah bersaksi melawan tindakan guru tersebut. Salah satu siswa, yang tidak ingin diidentifikasi, mengatakan,”Itu adalah pelajaran tentang perbudakan dan Triangle Trade. Dia memilih tiga anak kulit hitam dan meminta mereka untuk berbaring ke lantai di depan seluruh kelas.”

Anak laki-laki itu menambahkan bahwa ketika seorang gadis dari tiga pelajar kulit hitam bercanda dengan mengatakan bahwa dia merasa baik setelah terbaring di lantai, Cummings meletakkan kakinya di punggungnya dan berujar, ”Bagaimana rasanya?”.

Setelah kejadian itu, Cummings diskors sampai pemberitahuan lebih lanjut. Namun dia dilaporkan kembali ke sekolah itu pada hari Kamis,1 Februari 2018 pagi. Dia dipisahkan dari para siswa di kemudian hari setelah New York Daily News melaporkan keluhan ke departemen pendidikan kota.

Investigasi telah diluncurkan terkait perilaku Cummings, yang telah mengajar di sekolah menengah itu sejak September 2016.

Juru bicara Departemen Pendidikan Toya Holness mengatakan, "Meskipun penyelidikan belum selesai, ini adalah tuduhan yang sangat mengganggu, dan perilaku yang dituduhkan tidak memiliki tempat di sekolah atau masyarakat kita.”

Kepala sekolah, Sekolah Giulia Cox, menolak untuk mengomentari kasus tersebut saat New York Daily News menghubunginya.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
47 menit yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
1 jam yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
2 jam yang lalu
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
3 jam yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
4 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved