Moskow: AS Berburu Orang Rusia di Seluruh Dunia untuk Ditangkap

Jum'at, 02 Februari 2018 - 14:51 WIB
Moskow: AS Berburu Orang...
Moskow: AS Berburu Orang Rusia di Seluruh Dunia untuk Ditangkap
A A A
MOSKOW - Pemerintah Rusia telah mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) yang merekomendasikan warganya berpikir dua kali sebelum bepergian ke luar negeri. Menurut Moskow, Amerika Serikat (AS) sedang memburu orang-orang Rusia di seluruh dunia untuk ditangkap.

Peringatan perjalanan ini dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Kamis. Menurut kementerian tersebut, warga negara Rusia yang berada di luar negeri menghadapi ancaman serius untuk ditangkap oleh negara lain atas permintaan Washington. Setelah itu, mereka dapat diekstradisi ke AS.

”Meskipun ada seruan untuk memperbaiki kerja sama antara otoritas AS dan Rusia yang relevan, layanan khusus AS telah secara efektif melanjutkan ‘perburuan’ terhadap orang-orang Rusia di seluruh dunia,” bunyi travel warning yang dikutip Reuters, Jumat (2/2/2018).

”Mengingat keadaan ini, kami sangat mendesak agar warga Rusia dengan hati-hati mempertimbangkan semua risiko saat merencanakan perjalanan ke luar negeri,” lanjut peringatan dari Kementerian Luar Negeri Rusia tersebut yang dilansir Reuters.

Data kementerian itu menyebutkan, lebih dari 10 orang Rusia telah ditahan di luar negeri dengan keterlibatan AS sejak awal 2017.

Sebagai contoh, setidaknya empat orang Rusia ditangkap atas tuduhan melakukan kejahatan siber terhadap AS di Spanyol, Latvia dan Yunani. Tindakan keras AS terhadap “tersangka” penjahat siber Rusia melonjak ke rekor tertinggi pada tahun lalu.

Masih menurut data kementerian itu, tujuh orang Rusia ditangkap atau didakwa pada tahun 2017 di AS dan di negara lain.

Kementerian tersebut menunjuk kasus Stanislav Lisov, yang dituduh menciptakan virus komputer yang menargetkan pelanggan institusi keuangan dan menyebabkan kerugian jutaan dolar. Lisov diekstradisi dari Spanyol ke AS pada tahun lalu.

Kasus lainnya, dialami Roman Seleznev, warga Rusia yang dituduh melakukan kejahatan siber di Maladewa pada tahun 2014. Moskow menggambarkan penangkapannya sebagai penculikan yang dilakukan oleh agen Amerika.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Rusia menggarisbawahi nasib warga Rusia yang diekstradisi ke AS menghadapi perlakuan yang bias di tangan sistem peradilan AS.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS menolak berkomentar atas tuduhan Moskow tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
48 menit yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
1 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
2 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
3 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
3 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved