Korban Dokter Olimpiade 'Penjahat Seks' AS Capai 265

Kamis, 01 Februari 2018 - 03:38 WIB
Korban Dokter Olimpiade...
Korban Dokter Olimpiade 'Penjahat Seks' AS Capai 265
A A A
MICHIGAN - Jumlah korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh mantan dokter senam Amerika Serikat (AS), Larry Nassar, telah berkembang menjadi 265. Hal itu dikatakan oleh seorang hakim Michigan.

Sedikitnya 65 korban akan dikonfrontir dengan Nassar (54) di pengadilan pada minggu ini dalam tiga audiensi terakhir, kata jaksa penuntut umum.

Dia dijatuhi hukuman penjara minggu lalu 40 sampai 175 tahun setelah hampir 160 wanita bersaksi bahwa dia telah melakukan pelecehan. Ia sebelumnya telah dijatuhi hukuman 60 tahun penjara karena memiliki gambar pelecehan anak.

Baca juga:
Dokter Olimpiade 'Penjahat Seks' AS Dihukum 175 Tahun Penjara


Sidang hari Rabu waktu setempat tersebut untuk menghukum Nassar karena melecehkan pasien di ruang belakang klub senam Twistars di Dimondale, Michigan.

Ia mengaku bersalah pada bulan November terhadap tiga tuduhan tindak pidana kriminal tingkat pertama terhadap anak perempuan yang seharusnya diberi perawatan medis.

Setidaknya satu dari serangan seksual termasuk korban yang lebih muda dari 13. Dua korban dilecehkan pada usia 15 atau 16 tahun.

Hakim Janice Cunningham mengatakan kepada pengadilan di Charlotte, Michigan: "Kami memiliki lebih dari 265 korban yang teridentifikasi dan jumlah korban yang tak terbatas di negara bagian, di negara ini, dan di seluruh dunia."

"Akibatnya, dengan memperbolehkan live streaming dan tweeting, semua individu dapat berpartisipasi dalam proses ini," imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Kamis (1/2/2018).

Yang pertama berbicara pada sidang Rabu itu adalah Jessica Thomashow, 17 tahun, yang mengatakan bahwa Nassar pertama kali melecehkannya saat berusia sembilan tahun.

"Larry Nassar itu jahat. Larry Nassar adalah penjahat yang paling buruk," katanya.

Dalam vonis terakhir ini, minimal 25 sampai 40 tahun diharapkan bisa ditambahkan ke hukuman penjara Nassar yang sudah lumayan.

Sidang tersebut diharapkan berlangsung selama tiga hari karena para perempuan yang menjadi korban akan memberikan kesaksian.

Sementara itu otoritas senam AS mengatakan dewan direktur otoritas itu sekarang telah mengundurkan diri setelah skandal tersebut. Komite Olimpiade AS menuntut agar seluruh dewan mengundurkan diri pada Rabu waktu setempat atau kehilangan otoritas mereka.

"Kami sedang dalam proses bergerak maju dengan membentuk dewan direksi interim selama bulan Februari," bunyi sebuah pernyataan dari otoritas senam AS.

Lebih dari 130 korban Nassar dilecehkan di sebuah kamp pelatihan Texas untuk tim senam AS. Gubernur Texas, Greg Abbott, telah memerintahkan penyelidikan ke Karolyi Ranch.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
1 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
3 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
4 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
5 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved