Di Forum Ekonomi Dunia Turki Kritik Kebijakan AS di Suriah
Kamis, 25 Januari 2018 - 20:49 WIB
Di Forum Ekonomi Dunia Turki Kritik Kebijakan AS di Suriah
A
A
A
DAVOS - Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss dijadikan Turki sebagai panggung untuk melemparkan kritikan terhadap kebijakan Amerika Serikat (AS) di Suriah. Di forum tersebut Turki menyatakan bahwa kebijakan AS di Suriah sangat tidak konsisten.
Wakil Perdana Menteri Turki, Mehmet Simsek menyatakan, kebijakan AS di Suriah sangat tidak konsisten, karena mereka mendukung satu kelompok teroris untuk mengalahkan yang lain. Simsek merujuk pada kebijakan AS mendukung sayap militer Kurdi di Suriah, yakni PYD dan YPG dalam operasi melawan ISIS.
"Kadang-kadang kita juga merasa sangat sulit untuk mengerti apa yang teman kita lakukan. Ada bentuk komunikasi, tapi ada juga yang mereka lakukan di lapangan yang tidak konsisten dengan apa yang disampaikan," kata Simsek, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (25/1).
"Apa yang membingungkan kita adalah bahwa AS telah memilih sebuah organisasi teroris untuk melawan organisasi teroris barbar jahat lainnya, yaitu ISIS. Ini bukan strategi yang tepat," sambungnya, merujuk pada YPG dan PYD.
Menyebut kebijakan AS sebagai "dialog dengan orang tuli", Simsek menyatakan, Turki ingin AS untuk mengakui kekhawatiran Turki dan berhenti untuk mendukung sayap militer Kurdi Suriah.
Seperti diketahui, Ankara menilai YPG dan PYD adalah kepanjangan tangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), sebuah kelompok yang masuk dalam daftar hitem teroris di Turki. PKK bertanggung jawab atas sejumlah serangan di Turki dan telah menewaskn lebih dari 40 orang dalam tiga dekade terakhir
Wakil Perdana Menteri Turki, Mehmet Simsek menyatakan, kebijakan AS di Suriah sangat tidak konsisten, karena mereka mendukung satu kelompok teroris untuk mengalahkan yang lain. Simsek merujuk pada kebijakan AS mendukung sayap militer Kurdi di Suriah, yakni PYD dan YPG dalam operasi melawan ISIS.
"Kadang-kadang kita juga merasa sangat sulit untuk mengerti apa yang teman kita lakukan. Ada bentuk komunikasi, tapi ada juga yang mereka lakukan di lapangan yang tidak konsisten dengan apa yang disampaikan," kata Simsek, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (25/1).
"Apa yang membingungkan kita adalah bahwa AS telah memilih sebuah organisasi teroris untuk melawan organisasi teroris barbar jahat lainnya, yaitu ISIS. Ini bukan strategi yang tepat," sambungnya, merujuk pada YPG dan PYD.
Menyebut kebijakan AS sebagai "dialog dengan orang tuli", Simsek menyatakan, Turki ingin AS untuk mengakui kekhawatiran Turki dan berhenti untuk mendukung sayap militer Kurdi Suriah.
Seperti diketahui, Ankara menilai YPG dan PYD adalah kepanjangan tangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), sebuah kelompok yang masuk dalam daftar hitem teroris di Turki. PKK bertanggung jawab atas sejumlah serangan di Turki dan telah menewaskn lebih dari 40 orang dalam tiga dekade terakhir
(esn)