Tegang dengan AS, Pakistan Kian Merapat ke Rusia
Kamis, 25 Januari 2018 - 15:59 WIB
Tegang dengan AS, Pakistan Kian Merapat ke Rusia
A
A
A
ISLAMABAD - Pakistan menyatakan mereka akan memperkuat kerjasama, khususnya dalam bidang militer dengan Rusia. Pernyataan ini datang di tengah terus memburuknya hubungan dengan Amerika Serikat (AS), yang disebabkan oleh penghentian dana bantuan militer bagi Islamabad.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Khawaja Muhammad Asif menuturkan, hubungan antara Pakistan dan Rusia terus berkembang dalam empat tahun terakhir. Islamabad, lanjut Asif siap untuk semakin memperkuat kerjasama itu, khususnya dalam dalam kontraterorisme dan ingin melihat lebih banyak investasi Rusia di sektor energi Pakistan.
"Kerjasama militer kita dengan Rusia telah membaik dalam empat tahun terakhir. Sebagai mantan Menteri Pertahanan, saya memiliki pengetahuan pertama tentang hal itu. Tapi, masih banyak ruang untuk perbaikan, apa yang kita miliki tidak cukup dan bisa berlipat ganda berkali-kali," kata Asif.
"Kami berharap dapat meningkatkan kerja sama kami di bidang militer, terutama untuk tujuan kontra-terorisme, dan kami juga menantikan investasi Rusia di sektor energi juga, di bidang minyak dan gas dan listrik," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (25/1).
Dia mencatat, bahwa Rusia dan Pakistan memiliki kepentingan bersama dalam bidang kontraterorisme, memerangi narkoba, memerangi perdagangan manusia dan penyelesaian perdamaian di Afghanistan.
"Pakistan juga berencana untuk mengadakan latihan militer gabungan baru dengan Rusia pada 2018," ungkapnya. Ia juga menambahkan, bahwa latihan militer gabungan antara kedua negara tersebut berlangsung secara reguler.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Khawaja Muhammad Asif menuturkan, hubungan antara Pakistan dan Rusia terus berkembang dalam empat tahun terakhir. Islamabad, lanjut Asif siap untuk semakin memperkuat kerjasama itu, khususnya dalam dalam kontraterorisme dan ingin melihat lebih banyak investasi Rusia di sektor energi Pakistan.
"Kerjasama militer kita dengan Rusia telah membaik dalam empat tahun terakhir. Sebagai mantan Menteri Pertahanan, saya memiliki pengetahuan pertama tentang hal itu. Tapi, masih banyak ruang untuk perbaikan, apa yang kita miliki tidak cukup dan bisa berlipat ganda berkali-kali," kata Asif.
"Kami berharap dapat meningkatkan kerja sama kami di bidang militer, terutama untuk tujuan kontra-terorisme, dan kami juga menantikan investasi Rusia di sektor energi juga, di bidang minyak dan gas dan listrik," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (25/1).
Dia mencatat, bahwa Rusia dan Pakistan memiliki kepentingan bersama dalam bidang kontraterorisme, memerangi narkoba, memerangi perdagangan manusia dan penyelesaian perdamaian di Afghanistan.
"Pakistan juga berencana untuk mengadakan latihan militer gabungan baru dengan Rusia pada 2018," ungkapnya. Ia juga menambahkan, bahwa latihan militer gabungan antara kedua negara tersebut berlangsung secara reguler.
(esn)