Tillerson: Tekanan pada Korut Berlanjut Sampai Mereka Hapuskan Nuklir
Rabu, 17 Januari 2018 - 18:23 WIB
Tillerson: Tekanan pada Korut Berlanjut Sampai Mereka Hapuskan Nuklir
A
A
A
VANCOUVER - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Rex Tillerson menyatakan tekanan terhadap Korea Utara (Korut) akan terus berlanjut sampai Pyongyang meninggalkan program nuklirnya. Hal itu disampaikan Tillerson pasca pertemuan sejumlah Menteri Luar Negeri mengenai Keamanan dan Stabilitas di Semenanjung Korea di Kanada.
"Kampanye tekanan akan berlanjut sampai Korut mengambil langkah tegas untuk melakukan denuklirisasi. Inilah strategi yang kami miliki dan ini akan membutuhkan kesabaran," kata Tillerson, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (17/1).
"Kami semua harus mendesak penerapan penuh sanksi sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB, karena ini adalah surat undang-undang. Kami secara khusus mendesak China dan Rusia dalam masalah ini," sambungnya.
Dia kemudian mengatakan, AS akan terus menggunakan sanksi terhadap badan dan individu Korut sebagai taktik hukuman untuk merespon provokasi yang dilakukan oleh Pyongyang.
Sementara itu, dalam pertemuan Menteri Luar Negeri mengenai Keamanan dan Stabilitas di Semenanjung Korea, Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengatakan bahwa investasi terhadap senjata nuklir oleh Korut akan menyebabkan lebih banyak sanksi terhadap negara tersebut.
"Kepada pimpinan Korut, pesan kami juga jelas, pencarian pengakuan sebagai negara nuklir tidak akan membuat Anda maju, baik dari sisi keamanan maupun kemakmuran. Berinvestasi untuk senjata nuklir hanya akan menghasilkan lebih banyak sanksi dan ketidakstabilan abadi di semenanjung," ucap Frreland.
"Kampanye tekanan akan berlanjut sampai Korut mengambil langkah tegas untuk melakukan denuklirisasi. Inilah strategi yang kami miliki dan ini akan membutuhkan kesabaran," kata Tillerson, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (17/1).
"Kami semua harus mendesak penerapan penuh sanksi sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB, karena ini adalah surat undang-undang. Kami secara khusus mendesak China dan Rusia dalam masalah ini," sambungnya.
Dia kemudian mengatakan, AS akan terus menggunakan sanksi terhadap badan dan individu Korut sebagai taktik hukuman untuk merespon provokasi yang dilakukan oleh Pyongyang.
Sementara itu, dalam pertemuan Menteri Luar Negeri mengenai Keamanan dan Stabilitas di Semenanjung Korea, Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengatakan bahwa investasi terhadap senjata nuklir oleh Korut akan menyebabkan lebih banyak sanksi terhadap negara tersebut.
"Kepada pimpinan Korut, pesan kami juga jelas, pencarian pengakuan sebagai negara nuklir tidak akan membuat Anda maju, baik dari sisi keamanan maupun kemakmuran. Berinvestasi untuk senjata nuklir hanya akan menghasilkan lebih banyak sanksi dan ketidakstabilan abadi di semenanjung," ucap Frreland.
(esn)