Repatriasi Rohingya Akan Selesai dalam Dua Tahun

Rabu, 17 Januari 2018 - 11:38 WIB
Repatriasi Rohingya...
Repatriasi Rohingya Akan Selesai dalam Dua Tahun
A A A
DHAKA - Bangladesh akan menyelesaikan proses pemulangan ratusan ribu Muslim Rohingya ke Myanmar dalam waktu dua tahun. Para pengungsi itu meninggalkan Myanmar setelah operasi militer brutal. Bangladesh dan Myanmar telah membuat kesepakatan untuk pemulangan pengungsi ke negara asalnya.

Rencana repatriasi itu ditanggapi penuh kekhawatiran oleh sejumlah lembaga yang mempertanyakan keamanan, mata pencaharian, dan permukiman permanen para pengungsi. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Bangladesh menyatakan, upaya pemulangan akan mempertimbangkan keluarga sebagai satu unit.

Myanmar juga berjanji menyediakan penampungan sementara bagi mereka yang kembali, sebelum membangunkan kembali rumah untuk mereka. Bangladesh akan membangun lima kamp transit untuk mengirim Rohingya kedua pusat penerimaan di wilayah Myanmar.

“Myanmar menegaskan kembali komitmennya menghentikan aliran warga Myanmar ke Bangladesh,” papar pernyataan Kemlu Bangladesh, dikutip kantor berita Reuters.

“Bangladesh juga menyerukan untuk repatriasi anak yatim piatu dan anak yang lahir akibat kejadian yang tak beralasan atau merujuk pada kasus pemerkosaan yang mengakibatkan kehamilan,” ungkap pernyataan Kemlu Bangladesh.

Menurut berbagai wawancara di kamp pengungsi, banyak wanita Rohingya yang mengalami pemerkosaan oleh pasukan keamanan Myanmar. Meski demikian, militer Myanmar menyangkal tuduhan telah melakukan pemerkosaan massal tersebut.

Amerika Serikat (AS) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut, operasi militer Myanmar itu sebagai pembersihan etnik. Kekerasan di Myanmar mengakibatkan 650.000 etnik Rohingya mengungsi sejak Agustus lalu. Pertemuan di ibu kota Myanmar, Naypyitaw, merupakan yang pertama kali digelar kelompok kerja gabungan untuk menyusun rincian kesepakatan repatriasi pada November.

Pemerintah Myanmar tidak segera mengeluarkan pernyataan setelah rapat diakhiri kemarin. Direktur Jenderal Departemen Pemulihan dan Pemukiman Kembali, Kementerian Kesejahteraan Sosial Myanmar Ko Ko Naing menjelaskan, Myanmar telah menandatangani kesepakatan dengan Bangladesh dan bertujuan memulai proses repatriasi pada 23 Januari.

Juru bicara pemerintah Myanmar Zaw Htay menyatakan, pengungsi dapat mengajukan kewarganegaraan setelah melalui proses verifikasi. Lembaga yang dibentuk Myanmar untuk mengawasi repatriasi menyatakan, dua kamp repatriasi dan penilaian sementara serta satu lokasi lain telah dibangun untuk para pengungsi Rohingya.

Sekretaris Tetap Kementerian Buruh, Imigrasi, dan Populasi Myanmar Myint Kyaing menjelaskan, pihaknya akan memproses sedikitnya 150 orang per hari melalui di tiap dua kamp itu pada 23 Januari.

Sejumlah pihak masih khawatir dengan repatriasi tersebut. “Dari mana asal pertimbangan untuk perlindungan Rohingya dari pasukan keamanan Myanmar yang dua bulan lalu memerkosa dan membunuh mereka? Bagaimana negosiasi itu mengabaikan perampasan hak orang yang ditahan di tahanan tanpa batas waktu yang disebut akomodasi sementara itu?” kata Phil Robertson, deputi Direktur Asia Human Rights Watch. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Menlu: PBB Mulai Lakukan...
Menlu: PBB Mulai Lakukan Pendataan Migran Rohingya di Aceh
Pemerintah Diminta Waspadai...
Pemerintah Diminta Waspadai Sindikat Pengungsi Rohingya
Organisasi Rohingnya...
Organisasi Rohingnya Ungkapkan Terima Kasih Atas Penyelamatan Pengungsi di Aceh
24 Pengungsi Rohingya...
24 Pengungsi Rohingya Tenggelam di Malaysia
3 Tahun Berlalu, Pengungsi...
3 Tahun Berlalu, Pengungsi Rohingya Kian Menderita
Bantu Pengungsi Rohingnya...
Bantu Pengungsi Rohingnya di Aceh, Kemlu Koordinasi dengan PBB
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
42 menit yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
1 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
2 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
2 jam yang lalu
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved