Gerilyawan Rohingya: 10 Muslim Rohingya yang Dibantai Warga Sipil

Minggu, 14 Januari 2018 - 10:36 WIB
Gerilyawan Rohingya:...
Gerilyawan Rohingya: 10 Muslim Rohingya yang Dibantai Warga Sipil
A A A
NAYPYIDAW - Gerilyawan Muslim Rohingya mengatakan bahwa 10 jenazah Rohingya yang ditemukan di sebuah kuburan massal adalah warga sipil yang tidak berdosa. Kelompok itu membantah jika para korban adalah anggota mereka.

Militer Myanmar mengatakan awal pekan ini bahwa tentaranya telah membunuh 10 "teroris" Muslim selama serangan gerilyawan pada awal September, setelah penduduk desa Buddha memaksa orang-orang yang ditangkap ke masuk dalam sebuah kuburan yang telah digali penduduk desa.

Ini adalah pengakuan yang langka atas kesalahan militer Myanmar selama operasinya di negara bagian Rakhine.

Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) mengatakan bahwa pihaknya dengan sepenuh hati menyambut masuknya kejahatan perang "oleh" tentara teroris orang Myanmar.

"Kami dengan ini menyatakan bahwa sepuluh warga sipil Rohingya yang tidak berdosa yang ditemukan di kuburan massal di Tragedi Desa Inn Din bukanlah ARSA maupun berasosiasi dengan ARSA," kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan di Twitter seperti dilansir dari Reuters, Minggu (14/1/2018).

Menanggapi pernyataan ARSA itu seorang juru bicara pemerintah Myanmar mengatakan bahwa terkadang teroris dan penduduk desa bersekutu dalam serangan terhadap pasukan keamanan.

"Kami telah mengatakan bahwa sangat sulit untuk memisahkan siapa teroris dan penduduk desa yang tidak bersalah. Akan ada proses investigasi yang sedang berlangsung apakah mereka anggota ARSA atau tidak," kata juru bicara pemerintah Zaw Htay.

Militer Myanmar sendiri tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sementara itu pemimpin sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi, menanggapi "positif" bahwa militer negara tersebut bertanggung jawab atas tindakan pasukan tersebut.

"Ini adalah langkah baru untuk negara kita," katanya dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono di ibukota Myanmar, Naypyitaw.

"Saya melihatnya seperti itu karena sebuah negara perlu bertanggung jawab atas supremasi hukum di negara ini, dan ini adalah langkah pertama untuk mengambil tanggung jawab dan ini adalah hal yang positif," katanya, menurut sebuah transkrip konferensi pers yang dimuat di halaman Facebook-nya.

Baca juga:
Militer Myanmar Akui Bunuh 10 Muslim Rohingya, Ini Reaksi Suu Kyi


Pada 18 Desember, militer mengumumkan sebuah kuburan massal yang berisi 10 mayat ditemukan di desa pesisir Inn Din, sekitar 50 km utara ibukota negara bagian Sittwe. Tentara menunjuk seorang perwira senior untuk menyelidiki.

Sebuah pernyataan dari militer pada hari Rabu mengatakan penyelidikannya telah menemukan bahwa anggota pasukan keamanan telah mengambil bagian dalam pembunuhan tersebut dan tindakan akan diambil terhadap mereka.

"Beberapa warga sipil ingin membunuh 10 pria tersebut untuk membalas kematian seorang pria etnis Buddha Rakhine di desa Inn Dinn bernama Maung Ni dan akan menghadapi hukuman," kata militer.

Baca juga:
Anggap Teroris, Tentara Myanmar Akui Bantai 10 Muslim Rohingya


Krisis Rohingya meletus setelah serangan gerilyawan Rohingya terhadap pos keamanan pada 25 Agustus di Rakhine memicu sebuah respons militer yang sengit hingga PBB mencela tindakan tersebut sebagai pembersihan.

Myanmar menolak pembersihan etnis, dengan mengatakan bahwa pasukan keamanannya telah melakukan operasi pembebasan kontra-pemberontakan yang sah.
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Berita Terkini
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
37 menit yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
1 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
2 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
3 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
3 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved