Anggap Teroris, Tentara Myanmar Akui Bantai 10 Muslim Rohingya

Kamis, 11 Januari 2018 - 06:12 WIB
Anggap Teroris, Tentara...
Anggap Teroris, Tentara Myanmar Akui Bantai 10 Muslim Rohingya
A A A
NAYPYIDAW - Tentara Myanmar mengakui telah membantai 10 warga Muslim Rohingya yang mayatnya ditemukan di sebuah kuburan massal di negara bagian Rakhine. Militer menganggap mereka yang dibunuh sebagai teroris Bengali yang jadi tawanan.

Pengakuan ini baru pertama kali dibuat militer Myanmar sejak meluncurkan “operasi pembersihan” di wilayah komunitas Rohingya Agustus lalu.

Dalam pengakuan tersebut, selain tentara, kelompok Buddha garis keras juga terlibat.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya telah menggambarkan operasi militer Myanmar di Rakhine sebagai pembersihan etnis. Menurut laporan PBB, militer tak hanya membunuh, tapi juga menyiksa dan memerkosa para perempuan Rohingya salama menjalankan operasi.

Operasi militer itu digelar setelah kelompok militan Rohingya, ARSA, menyerang pos-pos polisi dan militer yang menewaskan belasan petugas pada Agustus.

Meski mengakui pembantaian tersebut, pasukan militer Myanmar tetap menolak tuduhan bahwa operasi yang mereka jalankan sebagai kesalahan.

Pengakuan militer dirilis di halaman Facebook resminya pada 10 Januari 2017. Pemerintah dan militer menolak menggunakan istilah “Rohingya” untuk menyebut komunitas Muslim di Rakhine serta orang-orang yang ditargetkan dalam operasi militer.

Bagi pemerintah, kelompok minoritas itu statusnya adalah imigran gelap asal Bangladesh.

Tentara Myanmar berdalih sepuluh orang yang mereka bunuh merupakan pembalasan karena para korban telah mengancam dan memprovokasi umat Buddha setempat.

Kesepuluh mayat korban tersebut ditemukan pada bulan Desember di sebuah kuburan massal di dekat sebuah pemakaman di Desa Din Din.

”Memang benar bahwa baik penduduk desa maupun aparat keamanan mengakui bahwa mereka membunuh 10 teroris Bengali,” bunyi pernyataan tersebut.

”Tentara bertanggung jawab atas mereka pembunuhan. Insiden ini terjadi karena penduduk desa etnis Buddha diancam dan diprovokasi oleh para teroris,” lanjut pernyataan militer.

Komunitas Buddha Rakhine, lanjut militer, marah dan ingin membunuh para tawanan tersebut sebagai pembalasan. Pasukan militer kemudian menggiring para tawanan ke sebuah lokasi kuburan massal dan menembak mati mereka.

Mengutip laporan Reuters, Kamis (11/1/2018), pengakuan itu dirangkum dari investigasi militer dipimpin oleh Letnan Jenderal Aye Win, perwira yang bertugas untuk penyelidikan lebih luas mengenai konflik di Rakhine.
(mas)
Berita Terkait
Pakar PBB: Junta Myanmar...
Pakar PBB: Junta Myanmar Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan Sejak Kudeta
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
PM Myanmar: Tidak Ada...
PM Myanmar: Tidak Ada Satu Kekuatan Pun yang Boleh Mengendalikan Dunia
Myanmar Akan Gelar Pemilu...
Myanmar Akan Gelar Pemilu pada Desember 2025
Terjebak Semalaman,...
Terjebak Semalaman, Demonstran Myanmar Berhasil Lolos dari Kepungan Pasukan Keamanan
Berlutut Hadang Polisi...
Berlutut Hadang Polisi Myanmar, Biarawati: Tembak Aku Saja
Berita Terkini
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
47 menit yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
1 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
2 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
4 jam yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
5 jam yang lalu
Infografis
Ratu Elizabeth Anggap...
Ratu Elizabeth Anggap Semua Orang Israel Adalah Teroris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved