Astronaut Jepang Minta Maaf Telah Tebar Fake News

Rabu, 10 Januari 2018 - 23:21 WIB
Astronaut Jepang Minta...
Astronaut Jepang Minta Maaf Telah Tebar Fake News
A A A
TOKYO - Astronaut Jepang Norishige Kanai meminta maaf atas pemberitaan palsu atau fake news soal kejadian yang dia alami selama berada di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS). Kanai semula mengklaim tinggi badannya bertambah 9cm selama tiga minggu berada di ISS.

Kanai kembali mengukur dirinya sendiri setelah sang kapten misi ruang angkasa asal Rusia, Anton Shkaplerov, mempertanyakan pertumbuhannya yang sebenarnya. Ternyata tinggi badannya hanya bertambah 2cm, tidak seperti klaim awal.

Dengan bertambah 2cm, tinggi badan Kanai yang sebenarnya kini 182cm.

“Kesalahan ukur ini tampaknya menjadi masalah besar, jadi saya harus meminta maaf atas fake news yang mengerikan ini,” tulis Kanai pada hari Rabu (10/1/2018), di akun Twitter-nya, @Astro_Kanai.

”Sepertinya saya bisa menyesuaikan diri dengan Soyuz, jadi saya lega,” lanjut Kanai, yang merupakan insinyur penerbangan di Expedition 54/55.

Kanai, 41, menjadi pemberitaan utama pada hari Selasa setelah dia men-tweet bahwa dia telah tumbuh dengan cepat dalam tiga minggu terakhir di ISS.

”Kami mengukur tubuh setelah mencapai ruang angkasa, dan wow, wow, wow, saya benar-benar tumbuh setinggi 9 sentimeter!,” tulis dia.

Kanai mengatakan bahwa dia tidak mengalami lonjakan pertumbuhan seperti itu sejak dia sekolah. Dia kemudian bertanya-tanya apakah dia akan masuk ke pesawat ruang angkasa Soyuz untuk kembali ke Bumi.

Ini adalah misi ruang angkasa pertama untuk Kanai yang tiba di ISS pada bulan Desember 2017, bersama dengan Scott Tingle dari NASA dan Anton Shkaplerov dari Rusia. Dia dijadwalkan untuk kembali dari ISS dengan kapsul ruang Soyuz yang dapat menampung anggota awak setinggi 190cm dan berat 95kg.

Penambahan tinggi badan selama misi ruang angkasa telah menjadi fenomena yang terkenal.

Pada umumnya, astronaut yang menjalankan misi itu akan mengalami penambahan tinggi badan antara 3 hingga 5 cm. Fenomena itu terjadi karena ketiadaan gravitasi yang menyebabkan tulang punggung memanjang.
(mas)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
16 menit yang lalu
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
1 jam yang lalu
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
2 jam yang lalu
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
2 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
3 jam yang lalu
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
3 jam yang lalu
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved