Khamenei Sebut Trump Psikotik dan Ancam Balas Dendam

Rabu, 10 Januari 2018 - 01:59 WIB
Khamenei Sebut Trump...
Khamenei Sebut Trump Psikotik dan Ancam Balas Dendam
A A A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meluapkan kemarahannya kepada Amerika Serikat (AS) yang dia sebut bertanggung jawab atas gelombang demo anti-pemerintah selama sepekan. Khamenei menyebut Presiden AS Donald Trump “psikotik” dan mengancam akan membalas dendam.

Luapan kemarahan Khamenei itu disampaikan dalam rentetan posting di Twitter pada hari Selasa.

”Dia mengatakan bahwa pemerintah Iran takut pada kekuatan AS,” kata Khamenei mengacu pada Trump. “Jadi, jika kami 'takut' dengan Anda, bagaimana kami bisa mengusir Anda dari Iran pada akhir 1970-an dan mengusir Anda dari seluruh wilayah di tahun 2010?”.

Khamenei mengakui bahwa demonstrasi baru-baru ini, di mana orang-orang meneriakkan slogan-slogan yang keras terhadapnya, telah menyakiti pendirian Iran. ”Mereka merusak kami pada hari-hari ini, mereka tahu akan ada semacam pembalasan,” ancam Khamenei.

“Orang ini yang duduk di kepemimpinan Gedung Putih, meskipun dia tampaknya orang yang sangat tidak stabil, dia harus menyadari bahwa episode ekstrem dan psikotik ini tidak akan dibiarkan tanpa respons,” ujar Khamenei, seperti dikutip The New York Times, Rabu (10/1/2018).

Gelombang demo anti-pemerintah Iran berlangsung di lebih dari 80 kota di negara itu. Para demonstran awalnya mengeluhkan kondisi ekonomi, namun merembet menjadi kritik keras terhadap pemimpin theokrasi Iran. Meski demikian, muncul juga demo tandingan yang membela pemerintah Iran di beberapa wilayah, terutama di kota suci Qom.

Data resmi yang diakui Iran, ada 21 orang yang tewas selama demonstrasi berlangsung. Anggota parlemen dari Teheran, Mahmoud Sadeghi, mengatakan bahwa 3.700 pemrotes telah ditangkap.

Gelombang demo telah mereda, meski pada Senin malam demo masih terjadi di Kota Ahvaz. Warga lokal melalui telepon mengatakan, para demonstran bentrok dengan pasukan keamanan. Warga itu meminta untuk tidak diidentifikasi karena takut akan pembalasan.

Jaksa di Arak, salah satu kota dengan banyak demonstran, Abbas Qassemi, mengatakan kepada kantor berita Mizan pada hari Selasa bahwa seorang narapidana telah melakukan bunuh diri di sebuah pusat penahanan.

”Ada bukti di tubuh yang menunjukkan bahwa pria tersebut telah menusuk dirinya sendiri," kata Qassemi. ”Selain itu, ada rekaman saat dia melakukan bunuh diri,” imbuh dia tanpa menunjukkan rekaman yang dia maksud.
(mas)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
34 menit yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
1 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
2 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
3 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
4 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved