Bantuan Militer di Setop, Pakistan Tunggu Penjelasan AS

Sabtu, 06 Januari 2018 - 00:52 WIB
Bantuan Militer di Setop,...
Bantuan Militer di Setop, Pakistan Tunggu Penjelasan AS
A A A
ISLAMABAD - Pakistan terus berhubungan dengan Amerika Serikat (AS) mengenai masalah kerja sama di wilayah keamanan. Islamabad masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari Washington di tengah penghentian bantuan militer.

"Kami terlibat dengan pemerintah AS mengenai masalah kerja sama keamanan dan menunggu rincian lebih lanjut. Dampak keputusan AS dalam mengejar tujuan bersama juga kemungkinan akan muncul lebih jelas pada waktunya," bunyi siaran pers Kementerian Luar Negeri Pakistan seperti dikuti dari Sputniknews, Sabtu (6/1/2018).

Kementerian Luar Negeri Pakistan mencatat bahwa Islamabad memerangi terorisme sebagian besar dengan menggunakan dana sendiri yang menghabiskan biaya lebih dari USD120 miliar dalam 15 tahun. Pakistan bertekad untuk mengambil semua langkah yang mungkin dilakukan untuk menjamin kehidupan warga negara kita dan stabilitas yang lebih luas di wilayah ini.

"Kami percaya bahwa kerja sama Pakistan-AS dalam memerangi terorisme telah secara langsung melayani kepentingan keamanan nasional AS dan juga kepentingan masyarakat internasional yang lebih besar, hal ini membantu mengurangi al-Qaeda dan melawan kelompok lain yang mengambil keuntungan dari ruang-ruang tak terkendali, sebuah perbatasan berpori yang panjang dan menimbulkan ancaman umum bagi perdamaian," kata siaran pers tersebut.

Kementerian tersebut mencatat bahwa Islamabad telah berhasil membebaskan wilayah ini dari teroris dengan serangkaian operasi keamanan, yang mengakibatkan peningkatan keamanan yang signifikan di Pakistan.

Pernyataan tersebut muncul setelah keputusan AS untuk menghentikan pengiriman peralatan militer dan bantuan keamanan ke Pakistan, yang diumumkan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert. Seperti yang telah dijelaskan Nauert, tindakan semacam itu merupakan tanggapan terhadap pemerintah daerah setempat. Langkah-langkah yang tidak memadai dalam pertarungan anti-teror.

Langkah tersebut mewujudkan ancaman Presiden AS Donald Trump sebelumnya untuk memotong USD255 juta bantuan ke Pakistan yang dibuat pada Agustus 2017. Trump beralasan toleransi terus berlanjut terhadap kelompok-kelompok teroris, yang terus meluncurkan serangan dari wilayah perbatasan negara tersebut terhadap pasukan AS dan NATO di negara tetangga, Afghanistan, dan warga sipil di seluruh Pakistan.
(ian)
Berita Terkait
PM Pakistan Tegaskan...
PM Pakistan Tegaskan Tidak akan Izinkan AS Bangun Pangkalan Militer di Negaranya
AS Minta Bantuan Pakistan...
AS Minta Bantuan Pakistan Dalam Proses Perdamaian Afghanistan
Dinilai Masih Jadi Sarang...
Dinilai Masih Jadi 'Sarang' Teroris, AS Tetap Tangguhkan Bantuan Keamanan pada Pakistan
Mengapa AS Cemburu dengan...
Mengapa AS Cemburu dengan Pakistan yang Mampu Kembangkan Rudal Canggih?
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Terungkap, India dan...
Terungkap, India dan Pakistan Nyaris Perang Nuklir
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
34 menit yang lalu
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
1 jam yang lalu
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
2 jam yang lalu
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
3 jam yang lalu
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
4 jam yang lalu
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
4 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved