Digugat atas Serangan Teror 9/11 WTC AS, Arab Saudi Marah

Jum'at, 05 Januari 2018 - 17:48 WIB
Digugat atas Serangan...
Digugat atas Serangan Teror 9/11 WTC AS, Arab Saudi Marah
A A A
NEW YORK - Ratusan keluarga korban tewas dalam serangan teror 11 September 2001 atau 9/11 terhadap menara kembar World Trade Center (WTC) Amerika Serikat (AS) menguggat Kerajaan Arab Saudi. Negara kaya minyak itu dituduh mendanai kelompok teroris yang membajak pesawat untuk melakukan serangan.

Pihak Kerajaan Saudi melalui pengacaranya marah atas pengajuan gugatan tersebut. Pihak pengacara mengatakan bahwa hakim harus menolak tuntutan para penggugat.

Pihak pengacara Arab Saudi yang saat ini berada di pengadilan federal Manhattan menyatakan bahwa para penggugat kekurangan bukti. Gugatan diajukan setelah ada undang-undang baru yang disahkan Kongres yang mengizinkan korban maupun kerabat korban serangan 9/11 menggugat Arab Saudi.

Sebelum UU yang disahkan tahun 2016 itu ada, setiap tuntutan hukum terhadap Arab Saudi ditolak pengadilan.

“Kongres tidak mengizinkan penggugat untuk melanjutkan perlawanannya terhadap Arab Saudi tanpa tuduhan yang masuk akal dan bukti yang kompeten untuk mendukung kasus mereka,” tulis pihak pengacara Kerajaan Arab Saudi, seperti dikutip news.com.au, Jumat (5/1/2018).

Para penggugat sedang berupaya menutut ganti rugi atas serangan teror 9/11 yang oleh otoritas hukum AS dilakukan oleh kelompok al-Qaeda. Serangan itu menewaskan hampir 3.000 orang di New York, Washington dan Pennsylvania.

Dalam dokumen gugatan, para penggugat mengklaim bahwa beberapa organisasi nirlaba yang dikendalikan pemerintah Saudi—seolah-olah mengumpulkan dana untuk amal—telah mengirim dana jutaan dolar dengan penerima akhir adalah al-Qaeda.

Pengacara penggugat mengatakan bahwa pemerintah Saudi diduga terlibat sebagai “penjamin” serangan sejak tahap awal. ”Kami telah lama menegaskan bahwa ada hubungan erat dan erat antara al-Qaeda dan komponen religius pemerintah Saudi,” kata Sean Carter, pengacara utama penggugat kasus 9/11.

”Ini adalah bukti lebih lanjut tentang itu,” katanya lagi. Sebanyak 15 dari 19 pria yang membajak empat pesawat dalam serangan 9/11 adalah warga Saudi.

Namun, laporan Komisi 9/11 pernah menegaskan bahwa tidak ada bukti yang menyatakan pemerintah Saudi sebagai institusi atau pejabat senior Saudi yang mendanai secara individual dalam serangan yang didalangi al-Qaeda.

Kendati demikian, para penggugat berpedoman pada dokumen FBI yang menyebut mahasiswa Saudi, Mohammed al-Qudhaeein dan Hamdan al-Shalawi, sebenarnya adalah anggota ”jaringan agen Kerajaan Saudi di AS” dan berpartisipasi dalam konspirasi teroris.

Keduanya dilaporkan telah berlatih di kamp-kamp al-Qaeda di Afghanistan dan bertemu dengan beberapa pembajak pesawat di sana. Saat tinggal di Arizona, mereka memiliki kontak reguler dengan seorang pilot pembajak asal Arab Saudi dan seorang pemimpin senior al-Qaeda dari Arab Saudi yang sekarang dipenjara di Teluk Guantanamo.

Satu dari dua mahasiswa tersebut mencoba masuk kembali ke AS sebulan sebelum serangan 9/11, tapi ditolak masuk karena dia muncul dalam daftar teroris.

Qudhaeein dan Shalawi dilaporkan bekerja dan menerima uang dari pemerintah Saudi, di mana Qudhaeein bekerja di Kementerian Urusan Islam. Sedangkan Shalawi merupakan pegawai lama pemerintah Saudi.

Menurut dokumen gugatan, keduanya sering kontak dengan pejabat Saudi saat berada di AS.
(mas)
Berita Terkait
Pangeran Saudi: Tak...
Pangeran Saudi: Tak Ada Agen Asing dalam Pembunuhan Raja Faisal
Tentara Arab Saudi Penyerang...
Tentara Arab Saudi Penyerang Pangkalan Militer AS Terkait al-Qaeda
Korban Penembakan Pangkalan...
Korban Penembakan Pangkalan Militer AS Tuntut Arab Saudi
Pangeran Faisal: Dokumen...
Pangeran Faisal: Dokumen Tunjukkan Arab Saudi Tak Terlibat Serangan 9/11
Serangan Udara AS di...
Serangan Udara AS di Yaman Tewaskan Komandan Al-Qaeda Abu Omar al-Hadhrami
Kesal Dituduh, Arab...
Kesal Dituduh, Arab Saudi Dukung AS Rilis Dokumen Rahasia 9/11
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
9 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
13 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved