Presiden Korsel Temui Eks Wanita Penghibur Tentara Jepang

Kamis, 04 Januari 2018 - 12:26 WIB
Presiden Korsel Temui...
Presiden Korsel Temui Eks Wanita Penghibur Tentara Jepang
A A A
SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in pada hari Kamis (4/1/2018) dijadwalkan bertemu dengan para wanita yang dipaksa bekerja di rumah bordil untuk melayani nafsu tentara Jepang pada Perang Dunia II. Para mantan budak seks itu dikenal sebagai “wanita penghibur”.

Langkah Presiden Moon ini berpotensi memicu ketegangan dalam hubungan Korsel dan Jepang.

Pada tahun 2015, Jepang telah menyetujui sebuah kesepakatan untuk mengakhiri polemik “wanita penghibur” yang jadi sorotan dunia. Namun, sebuah panel Korsel yang dibentuk untuk menyelidiki kesepakatan itu mengatakan bahwa kesepakatan tersebut gagal memenuhi kebutuhan para mantan wanita penghibur.

Para sejarawan menyatakan, ada ribuan perempuan yang dipaksa sebagai budak seks tentara Jepang pada masa Perang Dunia II. Mereka yang jadi korban adalah wanita Korea, China dan negara Asia lain termasuk Indonesia.

Moon mengatakan, kesepakatan tahun 2015, dimana Jepang meminta maaf kepada korban dan memberikan dana sebesar 1 miliar yen (USD8,8 juta) untuk membantu mereka, benar-benar cacat. Namun, Jepang menegaskan bahwa setiap usaha untuk merevisi kesepakatan itu bisa merusak hubungan kedua negara.

Kantor Presiden Moon—yang dikenal sebagai Blue House—mengatakan bahwa presiden akan bertemu dengan sekelompok wanita tersebut untuk makan siang. Namun, tidak disebutkan jumlah wanita tersebut.

Langkah Presiden Moon ini seperti dikutip Reuters, bisa dijadikan alat ukur reaksi publik Korsel terhadap posisi pemerintahannya terkait kesepakatan dengan Jepang.

Para aktivis Korsel memperkirakan bahwa kemungkinan ada sebanyak 200.000 wanita Korea yang dipaksa bekerja di rumah bordil pada masa Perang Dunia II. Ada 32 dari mereka yang terdaftar dalam kelompok sipil Korsel yang dibentuk untuk menjaga hak-hak mereka.

Pertemuan ini akan menjadi kali kedua setelah pada November lalu para mantan wanita penghibur itu diundang ke Blue House untuk makan malam ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkunjung.

Tindakan Moon telah menimbulkan kekhawatiran di Jepang, di mana media setempat melaporkan bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe dilaporkan tidak akan mengunjungi Korsel untuk Olimpiade Musim Dingin pada bulan depan.

Gejala ketegangan Korsel dan Jepang ini terjadi justru di saat kedua sekutu Amerika Serikat tersebut mencoba untuk bekerja sama dalam menghadapi ancaman program senjata nuklir dan rudal Korea Utara.
(mas)
Berita Terkait
Tambah Mesra di Tengah...
Tambah Mesra di Tengah Ancaman Korut, PM Jepang Sambangi Seoul
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Selepas Hantam Jepang,...
Selepas Hantam Jepang, Topan Haishen Terjang Korea Selatan
Krisis Corona di Jepang...
Krisis Corona di Jepang dan Korea Selatan Memburuk
Dikritik Mirip Wajah...
Dikritik Mirip Wajah Penjajah, Dubes AS untuk Korsel Cukur Kumis
Buang Air Nuklir Fukushima...
Buang Air Nuklir Fukushima ke Laut, Korsel Seret Jepang ke Pengadilan Internasional
Berita Terkini
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
26 menit yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
36 menit yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
1 jam yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
2 jam yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
3 jam yang lalu
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
4 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved