Reza Pahlavi Senang Trump Dukung Demonstran Iran

Kamis, 04 Januari 2018 - 10:42 WIB
Reza Pahlavi Senang...
Reza Pahlavi Senang Trump Dukung Demonstran Iran
A A A
WASHINGTON - Reza Pahlavi, pewaris terakhir monarki Iran, senang setelah Presiden Donald Trump dan kabinet pemerintah Amerika Serikat (AS) mendukung demonstrasi anti-pemerintah Iran.

Reza adalah putra dari Mohammad Reza Pahlavi yang dikenal sebagai Mohammad Reza Shah, penguasa monarki Iran sekutu AS yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979. Reza tinggal di pengasingan di AS selama hampir empat dekade.

Reza mendesak perusahaan teknologi AS untuk memberikan layanan komunikasi kepada para demonstrasn Iran yang berjuang untuk menentukan nasibnya sendiri.

Baca: Bocoran Rapat Kepanikan Rezim Iran: Tuhan Tolong Kami....

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada hari Rabu, Reza Pahlavi juga mengkritik larangan perjalananan ke AS bagi imigran Iran oleh administrasi Trump. Dia menyebut kebijakan imigrasi itu sebagai hal yang menggelikan.

”Diplomat Iran masih bisa melakukan perjalanan (ke AS) tapi orang-orang Iran yang tidak berdosa yang sebenarnya bekerja dan telah membangun negara ini dilarang datang,” kata Reza Pahlavi. ”Mengapa? Karena mereka berada di bawah larangan yang disebut. Itu konyol.”

Protes anti-pemerintah Iran sudah berlangsung selama sepekan terakhir dengan jumlah korban tewas sekitar 21 orang.

Reza Pahlavi ingin melihat orang-orang Iran menentukan nasib mereka sendiri, atas kehendak mereka yang bebas. Dia pun memuji Presiden Trump dan kabinetnya karena mendukung para pemrotes Iran.

Sejak gelombang demo mengguncang Iran, rezim Teheran telah memblokir beberapa situs media sosial, seperti Instagram dan Telegram.

”Kami membutuhkan lebih dari sekadar lip service. Kami perlu melihat tindakan nyata,” lata Reza Pahlavi. ”Ini harus segera. Saat kita berbicara, rezim tersebut mencoba lagi untuk mencoba mematikan apa pun itu, entah itu Instagram atau Telegram,” ujarnya, yang dilansir Kamis (4/1/2018).

Baca juga: Khamenei: Musuh Gunakan Uang dan Senjata untuk Lemahkan Iran

Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa AS ingin agar orang-orang Iran memiliki akses ke media sosial dan alat komunikasi lainnya. Washington pun mendesak Teheran untuk menghentikan pemblokiran situs-situs media sosial sebagai alat komunikasi yang sah.
(mas)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Kedubes Amerika Serikat...
Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv Dibombardir Rudal Iran
Berita Terkini
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
1 jam yang lalu
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
3 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
7 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
8 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
9 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
10 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved