Ledekan Pemimpin Muslim Chechnya 'Tampar' AS

Kamis, 21 Desember 2017 - 08:28 WIB
Ledekan Pemimpin Muslim...
Ledekan Pemimpin Muslim Chechnya 'Tampar' AS
A A A
GROZNY - Pemimpin Muslim Chechnya, Rusia, Ramzan Kadyrov, meledek sanksi Amerika Serikat (AS) yang dijatuhkan kepadanya atas tuduhan melakukan pelanggaran HAM. Ledekan Kadyrov berupa seruan yang menjadi tamparan bagi AS, yakni minta pelaku pelanggar HAM di Gedung Putih dan Pentagon.

Sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin yang sudah siap mengundurkan diri ini justru mengaku bangga mendapat sanksi AS yang didasarkan pada Magnitsky Act (Undang-Undang Magnitsky).

Kadyrov mengatakan bahwa dia tersanjung ditempatkan pada daftar sanksi AS bersama empat warga Rusia lainnya pada hari Rabu kemarin. Dengan dijatuhi sanksi oleh Washington, dia merasa sangat terhormat.

”Oh, daftar Magnitsky. Itu berarti saya melanggar hak asasi manusia,” ucap Kadyrov bernada sarkastis, sambil turun dari bangku olahraga barbel besar. ”Malangnya orang Amerika! Sebuah republik kecil Chechnya tapi bisa menghantui seluruh negara,” lanjut Kadyrov.

Baca: AS Jatuhkan Sanksi kepada Pemimpin Chechnya

Menurutnya, Washington tak perlu khawatir karena dia tidak menerima perintah untuk menginjak tanah AS.

”Jadi, saya sudah dilarang memasuki AS. Tapi, apakah saya mengajukan permohonan visa, apakah saya memiliki aset di bank-bank AS? Sudah saya katakan, tapi akan saya ulangi paling tidak untuk menyadarkan bahwa saya tidak akan pergi ke AS, bahkan jika saya ditawari semua cadangan moneter negara tersebut sebagai hadiah,” imbuh Kadyrov yang ungkapan ledekannya itu dia unggah di video.

Kadyrov menegaskan bahwa dia diberi sanksi bukan karena dugaan sejumlah pelanggaran hak asasi manusia (HAM), namun karena perjuangan seumur hidup tanpa henti dalam melawan teroris, di mana banyak di antara teroris itu dibina oleh layanan khusus AS.

”Saya bangga bahwa saya tidak senang dengan badan intelijen AS,” ucapnya, seperti dikutip Russia Today, Kamis (21/12/2017). ”Mereka mengatakan bahwa sanksi itu terkait dengan pelanggaran hak asasi manusia. Nah, mengapa orang mencari daftarnya di sisi lain dunia, kapan mereka mencarinya di Gedung Putih dan di Pentagon?.”

Seperti diberitakan sebelumnya, Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi baru terhadap lima orang Rusia dan Chechnya atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia. Salah satunya adalah Kepala Republik Chechnya, Rusia, Ramzan Kadyrov.

"Sanksi baru tersebut memasukkan Ramzan Kadyrov, pemimpin Chechnya dan sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, ke dalam daftar hitam," kata Departemen Keuangan AS dalam sebuah pernyataan.
(mas)
Berita Terkait
Rusia: Sanksi AS Terhadap...
Rusia: Sanksi AS Terhadap Pemimpin Chechnya Terlalu Dibuat-buat
Pemimpin Chechnya: Seperti...
Pemimpin Chechnya: Seperti Osama, Taliban adalah Penipuan AS pada Muslim
Lakukan Pelanggaran...
Lakukan Pelanggaran HAM, AS Blacklist Pemimpin Chechnya
Dianggap Melanggar HAM,...
Dianggap Melanggar HAM, AS Sanksi Pemimpin Chechnya
Posting Foto dengan...
Posting Foto dengan 'Koki Putin', Pemimpin Chechnya Minta Hadiah ke FBI
Pemimpin Chechnya Ancam...
Pemimpin Chechnya Ancam AS dengan Balas Dendam untuk Ibunya
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
3 jam yang lalu
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
5 jam yang lalu
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
6 jam yang lalu
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
6 jam yang lalu
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved