Kim Jong-un Diduga Telah Menghabisi Pembantu Utamanya
Kamis, 14 Desember 2017 - 11:02 WIB
Kim Jong-un Diduga Telah Menghabisi Pembantu Utamanya
A
A
A
SEOUL - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, diduga telah menghabisi salah satu orang kepercayaannya. Spekulasi ini muncul setelah sosok tersebut menghilang dari hadapan publik.
Jenderal Hwang Pyong-so pernah menjadi jantung lingkaran dalam Jong-un di dalam Komite Sentral Partai Buruh. Sebagai Wakil Panglima dia juga memegang posisi militer paling senior setelah komandan tertinggi.
Sebelum dia dilaporkan tidak disukai, Hwang adalah satu dari hanya empat orang yang berfoto di samping Jong-un dalam propaganda negara yang memperjuangkan uji coba nuklir keenam rezim tersebut pada bulan September.
Tapi ia diyakini telah dikeluarkan dari partai tersebut di tengah tuduhan penyuapan dan wakilnya, Kim Won-hong, dibuang ke kamp penjara. Hwang belum terlihat di depan publik sejak 13 Oktober lalu.
"Jika Hwang benar-benar diusir dari Partai Buruh, itu secara praktis akan berarti akhir dari karir politiknya, dan mungkin hidupnya, meskipun tidak diketahui apakah dia masih hidup atau tidak," kutip Independent dari media Korea Selatan (Korsel) JoongAng Ilbo, Kamis (14/12/2017).
Berita kematiannya pertama kali muncul pada bulan November dalam sebuah pertemuan parlemen dengan badan intelijen Korsel, NIS.
Menurut laporan intelijen, Hwang dan Won-hong telah menjadi target dari sebuah inspeksi langka dari politbiro tentara menyusul kecurigaan adanya "sikap tidak murni" terhadap rezim Pyongyang.
Sumber Korsel mengatakan kepada JoongAng Ilbo bahwa duo tersebut diduga telah menerima suap dengan imbalan promosi, membuat Jong-un menuntut mereka dihukum "sebagai peringatan kepada orang lain."
Dalam skenario terburuk, nasib kedua pria itu bisa serupa dengan paman Kim Jong-un, Jang Song-thaek, yang ditangkap pada November 2013 sebelum dieksekusi karena aksi faksi kontra-revolusione" bulan berikutnya, kata koran tersebut.
Jong-un dilaporkan telah memutuskan untuk mengeksekusinya saat melakukan perjalanan ke Gunung Paektu, yang memiliki kepentingan mitos yang sangat besar bagi dinasti yang berkuasa. Pengamat Korut sekarang berspekulasi tentang pentingnya kunjungan diktator muda tersebut ke gunung Jumat lalu.
Jenderal Hwang Pyong-so pernah menjadi jantung lingkaran dalam Jong-un di dalam Komite Sentral Partai Buruh. Sebagai Wakil Panglima dia juga memegang posisi militer paling senior setelah komandan tertinggi.
Sebelum dia dilaporkan tidak disukai, Hwang adalah satu dari hanya empat orang yang berfoto di samping Jong-un dalam propaganda negara yang memperjuangkan uji coba nuklir keenam rezim tersebut pada bulan September.
Tapi ia diyakini telah dikeluarkan dari partai tersebut di tengah tuduhan penyuapan dan wakilnya, Kim Won-hong, dibuang ke kamp penjara. Hwang belum terlihat di depan publik sejak 13 Oktober lalu.
"Jika Hwang benar-benar diusir dari Partai Buruh, itu secara praktis akan berarti akhir dari karir politiknya, dan mungkin hidupnya, meskipun tidak diketahui apakah dia masih hidup atau tidak," kutip Independent dari media Korea Selatan (Korsel) JoongAng Ilbo, Kamis (14/12/2017).
Berita kematiannya pertama kali muncul pada bulan November dalam sebuah pertemuan parlemen dengan badan intelijen Korsel, NIS.
Menurut laporan intelijen, Hwang dan Won-hong telah menjadi target dari sebuah inspeksi langka dari politbiro tentara menyusul kecurigaan adanya "sikap tidak murni" terhadap rezim Pyongyang.
Sumber Korsel mengatakan kepada JoongAng Ilbo bahwa duo tersebut diduga telah menerima suap dengan imbalan promosi, membuat Jong-un menuntut mereka dihukum "sebagai peringatan kepada orang lain."
Dalam skenario terburuk, nasib kedua pria itu bisa serupa dengan paman Kim Jong-un, Jang Song-thaek, yang ditangkap pada November 2013 sebelum dieksekusi karena aksi faksi kontra-revolusione" bulan berikutnya, kata koran tersebut.
Jong-un dilaporkan telah memutuskan untuk mengeksekusinya saat melakukan perjalanan ke Gunung Paektu, yang memiliki kepentingan mitos yang sangat besar bagi dinasti yang berkuasa. Pengamat Korut sekarang berspekulasi tentang pentingnya kunjungan diktator muda tersebut ke gunung Jumat lalu.
(ian)