Trump Minta Astronot AS Dikirim Lagi ke Bulan

Selasa, 12 Desember 2017 - 23:39 WIB
Trump Minta Astronot...
Trump Minta Astronot AS Dikirim Lagi ke Bulan
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump meminta National Aeronautics and Space Administration (NASA) mengirim para astronot Amerika Serikat (AS) terbang lagi ke Bulan. Keinginan Trump ini muncul pada saat China sedang bekerja dalam program ambisius tentang eksplorasi Bulan.

”Kami adalah pemimpin dan kami akan tetap menjadi pemimpin, dan kami akan meningkatkannya secara berlipat ganda,” kata Trump yang bersumpah bahwa negaranya tetap akan menjadi pemimpin dalam eksplorasi luar angkasa dibanding negara lain.

Permintaan Presiden Trump itu dilontarkan pada hari Senin saat menandatangani “Space Policy Directive 1” sebuah dasar kebijakan untuk misi ke Bulan dan Mars suatu hari nanti.

”Kali ini, kita tidak hanya akan menanam bendera kita dan meninggalkan jejak kaki kita, kita akan membangun fondasi untuk misi yang akhirnya ke Mars,” kata Trump. ”Dan mungkin, suatu hari nanti, ke banyak dunia di luar sana,” ujar dia.

Pada bulan Juni, pejabat antariksa China mengatakan bahwa negara komunis tersebut sedang melakukan persiapan awal untuk mengirim seorang pria ke Bulan, sebuah tujuan terakhir dalam program eksplorasi ambisus terkait Bulan dari Beijing.

Upacara penandatanganan “Space Policy Directive 1”oleh Trump disaksikan para mantan astronot AS yang pernah menjalankan misi ke Bulan seperti Buzz Aldrin dan Harrison Schmitt. Astronot yang aktif saat ini, Peggy Whitson, juga hadir. Whitson merupakan astronot wanita yang 665 hari menghabiskan waktu di luar angkasa.

Upacara tersebut juga menampilkan permukaan bulan yang berusia 3,8 miliar tahun yang dikumpulkan oleh misi Apollo 17 Schmitt pada tahun 1972.

Trump mengatakan bahwa dia mengambil langkah besar menuju “reklamasi Amerika di luar angkasa”.

”Dan banyak ruang yang ada hubungannya dengan banyak aplikasi lainnya, termasuk aplikasi militer,” ujarnya tanpa menjelaskan lebih jauh.

Dalam menyetujui kebijakan baru tersebut, Trump meninggalkan apa yang telah menjadi tujuan pendahulunya, Barack Obama, yang pada tahun 2010 mendukung sebuah rencana untuk mengirim manusia ke sebuah asteroid di dekat Bumi.

Sementara itu, NASA menyatakan bahwa dana awal untuk kebijakan baru tersebut akan dimasukkan dalam permintaan anggaran untuk tahun fiskal 2019.

”NASA berharap dapat mendukung arahan presiden yang secara strategis menyelaraskan pekerjaan kita untuk mengirim kembali manusia ke Bulan, melakukan perjalanan ke Mars dan membuka tata surya yang lebih dalam,” kata Administrator NASA Robert Lightfoot dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Selasa (12/12/2017).
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
33 menit yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
1 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
1 jam yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
1 jam yang lalu
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
1 jam yang lalu
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
4 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved