Cerita Wanita Muslim Rohingya soal Pemerkosaan Mengerikan

Senin, 11 Desember 2017 - 15:54 WIB
Cerita Wanita Muslim...
Cerita Wanita Muslim Rohingya soal Pemerkosaan Mengerikan
A A A
COXS BAZAR - Wanita Muslim Rohingya ini berusia 22 tahun. Dia buka suara tentang pemerkosaan mengerikan yang dilakukan para tentara Myanmar terhadapnya di negara bagian Rakhine saat kekerasan pecah di wilayah tersebut.

Dia bersedia diidentifikasi dengan inisial dari nama depannya, F. Dia kini tinggal di kamp pengungsian di Kutupalong, Bangladesh, dengan kondisi perut membuncit alias hamil.

F mengalami pemerkosaan oleh para tentara Myanmar dua kali. Pertama pada bulan Juli dan terakhir pada September lalu ketika kekerasan pecah di Rakhine.

Di pengungsian, F mendengar bahwa militer Myanmar telah menyerang desa-desa warga Rohingya, yang oleh PBB disebut sebagai bagian dari pembersihan etnis. Dia juga mendengar kabar beberapa hari yang lalu bahwa tentara telah membunuh orang tuanya dan kakaknya hingga kini masih hilang.

F adalah satu dari 29 wanita Rohingya yang diiinvestigasi AP terkait kekerasan seksual yang mereka alami selama operasi militer Myanmar Agustus lalu. Operasi itu terjadi setelah kelompok militan Rohingya menyerang pos-pos polisi yang menewaskan 12 petugas.

F masih ingat ketika para tentara mengikat suaminya dengan tali, dan menyumpalkan kain ke mulutnya. Para tentara kemudian mempereteli perhiasan F dan merobek bajunya. Wanita itu lantas dijatuhkan ke lantai dan tentara pertama memperkosanya.

Wanita tersebut telah berjuang untuk melawan. Tapi, empat orang menahannya dan memukulinya dengan tongkat. Suaminya menggeliat dan dan menjerit.

F lantas melihat seorang tentara menembakkan peluru ke dada pria yang baru dia nikahi satu bulan sebelumnya. Seorang tentara lain menggorok tenggorokan suaminya.

Pikiran wanita Rohingya ini menjadi kabur. Ketika para tentara selesai beraksi, dia diseret keluar. Tak lama kemudian rumah bambunya dibakar.

Dua bulan berlalu, kesengsaraannya masih jauh dari selesai, karena dia kini hamil.

Sebanyak 29 wanita Rohingya di pengungsian diwawancarai secara terpisah dan ekstensif. Para wanita memberikan nama lengkapnya, namun media yang berbasis di Amerika Serikat itu setuju hanya menulisnya dengan inisial dari nama depan mereka dengan alasan mereka atau keluarga mereka takut akan jadi target militer Myanmar lagi.

Mereka yang diwawancarai adalah para perempuab berusia antara 13 sampai 35 tahun.

Kesaksian F dan para wanita Rohingya lainnya mendukung anggapan PBB bahwa angkatan bersenjata Myanmar secara sistematis menggunakan pemerkosaan sebagai ”alat teror” yang bertujuan untuk membasmi orang-orang Rohingya.

Angkatan bersenjata Myanmar tidak menanggapi banyak permintaan komentar yang diajukan dari AP, Senin (11/12/2017). Namun sebuah penyelidikan internal militer bulan lalu menyimpulkan bahwa tidak ada serangan yang pernah terjadi.

Ketika wartawan bertanya tentang tuduhan perkosaan dalam sebuah perjalanan yang diselenggarakan pemerintah Myanmar ke Rakhine pada bulan September, Menteri Rakhine untuk Urusan Perbatasan, Phone Tint, menjawab; ”Wanita-wanita ini mengklaim bahwa mereka diperkosa, tapi lihatlah penampilan mereka. Apakah menurut Anda itu menarik diperkosa?.”

Para dokter dan pekerja bantuan mengatakan bahwa mereka tertegun terhadap banyaknya kasus pemerkosaan. Dokter Medecins Sans Frontieres telah merawat 113 korban kekerasan seksual sejak Agustus, sepertiga di antaranya berusia di bawah 18 tahun. Gadis termuda yang jadi korban berusia 9 tahun.
(mas)
Berita Terkait
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Tentara Myanmar Akui...
Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Puluhan Ribu Pengungsi...
Puluhan Ribu Pengungsi Rohingya di Bangladesh Berdemo Minta Dipulangkan
Berita Terkini
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
23 menit yang lalu
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
1 jam yang lalu
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
2 jam yang lalu
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
3 jam yang lalu
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
3 jam yang lalu
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
4 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved