Palestina: Trump Deklarasikan Perang Lawan 1,5 Miliar Muslim Dunia

Kamis, 07 Desember 2017 - 08:12 WIB
Palestina: Trump Deklarasikan...
Palestina: Trump Deklarasikan Perang Lawan 1,5 Miliar Muslim Dunia
A A A
LONDON - Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel memicu kemarahan masyarakat internasional, terutama Palestina. Pemerintah Palestina melalui perwakilannya di Inggris menganggap tindakan Trump sama halnya deklarasi perang terhadap 1,5 miliar umat Muslim dunia.

Tindakan Trump juga dikhawatirkan akan memantik perang agama di Timur Tengah. Keputusan itu sekaligus menghancurkan proses perdamaian Israel dan Palestina melalui soslusi dua negara.

”Jika dia mengatakan apa yang ingin dia katakan tentang Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, itu berarti sebuah ciuman kematian terhadap solusi dua negara,” kata Kepala Perwakilan Palestina untuk Inggris, Manuel Hassassian, kepada program Radio 4's Today.

”Dia sedang mendeklarasikan perang di Timur Tengah, dia sedang mengumumkan perang melawan 1,5 miliar Muslim dan ratusan juta orang Kristen yang tidak akan menerima tempat suci berada di bawah hegemoni Israel,” lanjut Hassassian yang dikutip Kamis (7/12/2017).

Tapi, Hassassian menjelaskan bahwa perang yang dimaksud bukanlah mengacu pada konflik militer. “Saya tidak bermaksud perang dalam hal perang konvensional, maksud saya perang dalam hal diplomasi,” ujarnya.

Meski demikian, diplomat AS Richard Haass telah memperingatkan bahwa tindakan Trump dapat meningkatkan ketegangan dan membuka jalan menuju kekerasan di Timur Tengah.

”Risikonya adalah bahwa hal itu akan meningkatkan ketegangan dan menyebabkan kekerasan pada saat di mana ada lebih banyak ketegangan dan kekerasan terjadi di dunia,” tulis dia di Twitter.

“Benar, menahan pengakuan AS atas Yerusalem untuk Ibu Kota Israel tidak menghasilkan perdamaian. Kurangnya kemajuan dapat dihubungkan dengan perilaku Israel dan Palestina,” ujarnya.

”Tapi sama jelasnya adalah bahwa mengubah kebijakan AS terhadap Yerusalem sekarang mungkin akan membuat situasi menjadi jauh lebih buruk,” imbuh dia.

Gedung Putih telah membenarkan keputusan Trump. Menurut Gedung Putih Yerusalem telah lama menjadi pusat pemerintahan Israel.

Masyarakat internasional tidak mengakui kedaulatan Israel atas seluruh kota tua dan kota suci bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi tersebut.

Perdana Menteri Turki Binary Yildirim memperingatkan bahwa Trump berisiko membuat masalah di Timur Tengah menjadi tak terpecahkan.

Pemimpin Vatikan Paus Fransiskus telah bergabung dalam kelompok yang menentang keputusan Trump. “Sangat penting untuk mengenali hak semua orang dan mempertahankan status quo (Yerusalem),” kata Paus.

Setelah perang Enam Hari tahun 1967, Israel mengumumkan Yerusalem sebagai ibukotanya, meskipun klaim tersebut ditolak oleh Palestina dan masyarakat internasional. Palestina sendiri kini menyatakan bahwa Yerusalem sebagai ibu kota abadinya.
(mas)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
5 Sosok Donatur Hamas...
5 Sosok Donatur Hamas yang Paling Diburu Amerika Serikat
Berita Terkini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
2 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
3 jam yang lalu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
4 jam yang lalu
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
5 jam yang lalu
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
6 jam yang lalu
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
7 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved