OKI Bakal Gelar Pertemuan Bahas Yerusalem

Rabu, 06 Desember 2017 - 23:11 WIB
OKI Bakal Gelar Pertemuan...
OKI Bakal Gelar Pertemuan Bahas Yerusalem
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menuturkan, Organiasi Kerjasama Islam (OKI) mungkin akan melakukan pertemuan mengenai Yerusalem. Meski begitu, jadi atau tidaknya pertemuan itu bergantung pada pernyataan yang akan dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, beberapa saat lagi.

Ditemui saat meninjau persiapan pelaksaan Bali Democracy Forum (BDF) ke-10 di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Retno menuturkann dia sudah melakukan komunikasi dengan para Menteri Luar Negeri anggota OKI dan juga sudah melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Palestina mengenai hal ini.

"Informasi kita terima menurut rencana pengumuman akan diberikan pada pukul 1 siang waktu Washington. Hari ini secara terus menerus saya melakukan komunikasi dengan beberapa Menlu OKI. Sekarang ini masih terus diatur kemungkinan saya berkomunikasi kembali dengan pihak AS, dan yang terakhir sebelum saya masuk gedung ini saya berkomunikasi dengan Menlu Palestina," ucap Retno.

"Jadi kita terus berkomunikasi mengenai isu ini, Yerusalem, dan saat berkomunikssi dengan Menlu dari negara muslim dalam hal ini OKI, kita juga membahas mengenai kemungkinan akan adanya sesi khusus dari OKI. Kita sedang bahas apakah dalam bentuk pertemuan Menlu atau KTT," sambungnya pada Rabu (6/12/2017).

Mengenai kemungkinan waktu penyelenggara pertemuan tersebut, Retno menyatakan sesegera mungkin.

"Tentu saja tidak akan lama karena ini untuk merespons sesuatu yang secara emergency perlu dilakukan. Intinya OKI akan menggelar sesi khusus untuk merespons situasi ini," imbuhnya.

Sebelumnya, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS menuturkan, Trump telah memerintahkan Kemlu AS untuk mempersiapkan rencana pemindahan Kedutaan Besar AS di Israel, dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pejabat Kemlu AS yang berbicara dalam kondisi anonim itu menuturkan, Trump telah menetapkan bahwa dia akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, yang ditandai dengan pemindahan kedubes ke kota itu. Namun, pejabat itu menuturkan, proses pemindahan itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Dia kemudian mengatakan, Trump tetap akan menandatangani perintah eksekutif untuk menunda pemindahan kedubes AS ke Yerusalem. Trump, lanjut pejabat itu akan terus menandatangani dokumen penundaan ini, sampai persiapan pemindahan kedubes rampung.
(ian)
Berita Terkait
Palestina: Liga Arab...
Palestina: Liga Arab dan OKI Dibubarkan, Tak Akan Pernah Bertemu
DPR Minta Indonesia...
DPR Minta Indonesia Inisiasi KTT Luar Biasa OKI Sikapi Serangan Israel ke Palestina
Negara-negara Arab dan...
Negara-negara Arab dan OKI Kutuk Serangan Israel di Tepi Barat
Ingin Ringankan Beban,...
Ingin Ringankan Beban, Oki Setiana Dewi Datangi Kedubes Palestina
OKI Kecam Rencana Yudaisasi...
OKI Kecam Rencana Yudaisasi di Kota Al-Quds oleh Israel
Israel Serang Palestina,...
Israel Serang Palestina, DPP GMNI Minta Indonesia Maksimalkan Peran OKI
Berita Terkini
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
6 menit yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
1 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
2 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
2 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
2 jam yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved