Media Korut Sebut Latihan Perang AS-Korsel Provokasi Perang

Minggu, 03 Desember 2017 - 16:21 WIB
Media Korut Sebut Latihan...
Media Korut Sebut Latihan Perang AS-Korsel Provokasi Perang
A A A
SEOUL - Korea Utara (Korut) mengecam Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) sebagai penghasut perang terkait latihan perang gabungan dua negara sekutu itu. Rezim Pyongyang menyatakan bahwa hal itu dapat memicu perang nuklir.

Komentar ini disampaikan setelah Penasehat Keamanan Nasional Gedung Putih H.R McMaster memperingatkan potensi "meningkatnya" perang dengan Korut yang miskin namun memiliki senjata nuklir.

Baca juga:
Penasihat Keamanan Trump: Potensi Perang dengan Korut Meningkat Tiap Hari


Latihan perang Vigilant Ace yang digelar selama lima hari akan dimulai pada Senin esok. Latihan yang melibatkan sekitar 230 pesawat termasuk pesawat tempur siluman F-22 Raptor ini dilakukan lima hari setelah Korut meluncurkan rudal balistik antarbenua yang diyakini mampu mencapai AS.

Baca juga:
6 Jet Tempur Siluman F-22 AS Tiba di Korsel untuk Latihan Perang


"Ini adalah provokasi terbuka dan skala penuh terhadap DPRK, yang dapat menyebabkan perang nuklir kapanpun," bunyi tulisan dalam editorial koran Rodong Sinmun, menggunakan nama resmi Korut.

"AS dan boneka penghasut perangnya Korea Selatan harus diingatkan bahwa latihan militer yang menargetkan tentara Korea Utara akan sama bodohnya dengan tindakan yang memicu penghancuran diri mereka sendiri," demikian tulis Rodong Sinmun seperti dikutip dari Channel News Asia Minggu (3/12/2017).

Komentar tersebut dipublikasikan sehari setelah kementerian luar negeri Pyongyang menuduh pemerintah Trump "mengemis untuk perang nuklir" dengan mengadakan apa yang disebut latihan udara sembrono.

Baca juga:
Korut Sebut Trump Setan Nuklir yang Mengemis untuk Perang


Kebuntuan terkait krisis nuklir Korut selama berbulan-bulan antara Kim Jong-un dan Donald Trump telah memicu kekhawatiran akan konflik lain, setelah Perang Korea 1950-1953 meninggalkan sebagian besar semenanjung Korea dalam kehancuran.

Tetapi bahkan beberapa penasihat Trump mengatakan pilihan militer AS terbatas saat Pyongyang bisa meluncurkan serangan artileri di ibukota Korea Selatan, Seoul. Seoul hanya berjarak sekitar 50 kilometer dari perbatasan dan menampung 10 juta orang.
(ian)
Berita Terkait
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Korea Utara Bersiap...
Korea Utara Bersiap Ledakkan Jalan-jalan Menuju Korea Selatan
AS Bersumpah Bela Korea...
AS Bersumpah Bela Korea Selatan Jika Terjadi Agresi Korea Utara
Anaknya Ditahan Korut,...
Anaknya Ditahan Korut, Ini Curhat Ibu Tentara AS
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
1 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
3 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
4 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
6 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
7 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved