Menlu AS Mengaku Khawatir dengan Upaya 'Bersih-bersih' Saudi
Jum'at, 10 November 2017 - 22:25 WIB
Menlu AS Mengaku Khawatir dengan Upaya 'Bersih-bersih' Saudi
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson mengaku sedikit khawatir mengenai upaya "bersih-bersih" yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi. Menurutnya, upaya tersebut sangat abu-abu.
Tillerson menuturkan, ia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir tentang situasi tersebut pada hari Rabu, dan bahwa tindakan keras baru-baru ini bukanlah penangkapan secara formal.
"Berdasarkan percakapan itu, ini memiliki maksud baik. Seberapa mengganggunya hal itu masih belum jelas. Situasinya masih sedikit tidak jelas," kata Tillerson dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Jumat (10/11).
"Pemahaman saya bahwa mereka mencirikan hal ini bukan penangkapan resmi. Namun, mereka menunjukkan bukti bahwa orang-orang ini salah, dengan tujuan untuk menunjukan memiliki tujuan yang baik. Ini menimbulkan beberapa kekhawatiran, sampai kita melihat dengan lebih jelas bagaimana individu-individu tertentu ditangani," sambungnya.
Di kesempatan yang sama dia juga menyinggung mengenai nasib mantan Perdana Menteri Libanon Said Hariri, yang dikabarkan menjadi tahanan rumah di Saudi. Tillerson menyebut, berdasarkan informasi yang dia miliki, tidak ada indikasi Hariri dijadikan tahanan rumah, agar dia tidak bisa kembali ke Libanon.
"Sejauh ini tidak ada indikasi semacam itu, meski demikian kami terus memantau hal tersebut," tukas Tillerson.
Tillerson menuturkan, ia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir tentang situasi tersebut pada hari Rabu, dan bahwa tindakan keras baru-baru ini bukanlah penangkapan secara formal.
"Berdasarkan percakapan itu, ini memiliki maksud baik. Seberapa mengganggunya hal itu masih belum jelas. Situasinya masih sedikit tidak jelas," kata Tillerson dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Jumat (10/11).
"Pemahaman saya bahwa mereka mencirikan hal ini bukan penangkapan resmi. Namun, mereka menunjukkan bukti bahwa orang-orang ini salah, dengan tujuan untuk menunjukan memiliki tujuan yang baik. Ini menimbulkan beberapa kekhawatiran, sampai kita melihat dengan lebih jelas bagaimana individu-individu tertentu ditangani," sambungnya.
Di kesempatan yang sama dia juga menyinggung mengenai nasib mantan Perdana Menteri Libanon Said Hariri, yang dikabarkan menjadi tahanan rumah di Saudi. Tillerson menyebut, berdasarkan informasi yang dia miliki, tidak ada indikasi Hariri dijadikan tahanan rumah, agar dia tidak bisa kembali ke Libanon.
"Sejauh ini tidak ada indikasi semacam itu, meski demikian kami terus memantau hal tersebut," tukas Tillerson.
(esn)