AS Jatuhkan Sanksi pada 39 Perusahaan Rusia, Kremlin Kesal
Sabtu, 28 Oktober 2017 - 16:58 WIB
AS Jatuhkan Sanksi pada 39 Perusahaan Rusia, Kremlin Kesal
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat menerbitkan sebuah daftar dari 39 perusahaan Rusia yang dijatuhi sanksi. Puluhan perusahaan itu terkait dengan militer dan intelijen Moskow, termasuk perintis senjata ikonik Kalashnikov.
Rosoboronexport yang menjadi andalan industri ekspor senjata Rusia juga menjadi salah satu target sanksi yang dijatuhkan berdasarkan undang-undang di Washington.
Daftar 39 perusahaan yang terkait militer dan intelijen Moskow dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS. Dasar penjatuhan sanksi itu adalah Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act yang disahkan Kongres pada bulan Juli meskipun sempat ditentang Gedung Putih.
”Maksud Kongres dan pemerintah adalah untuk menggunakan Pasal 231 dari UU tersebut untuk menanggapi perilaku jahat Rusia sehubungan dengan krisis di Ukraina timur, gangguan dan serangan siber, dan pelanggaran hak asasi manusia,” kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS kepada wartawan.
”Bagian dari tindakan ini menargetkan transaksi signifikan dengan orang-orang di sektor pertahanan dan intelijen pemerintah Rusia, yang dapat mencakup penjualan persenjataan Rusia tingkat lanjut di seluruh dunia,” lanjut pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim.
Departemen Luar Negeri AS telah menyerahkan daftar 39 perusahaan tersebut ke Kongres pada hari Kamis lalu atau 25 hari setelah UU disahkan.
Sementara itu, Kremlin kesal dengan keputusan Washington yang menjatuhkan sanksi baru terhadap Moskow.
“Bagaimanapun, ini adalah gema sikap tidak bersahabat dan bahkan bermusuhan terhadap negara kita,” kata Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, seperti dikutip Russia Today, Sabtu (28/10/2017).
Peskov mengulang pernyataan Putin bahwa Moskow siap untuk membuat hubungan bilateral dengan AS lebih maju jika Washington ingin melakukannya. ”Sejauh yang bisa kita lihat, kemauan ini tidak begitu mantap,” kesal Peskov.
Rosoboronexport yang menjadi andalan industri ekspor senjata Rusia juga menjadi salah satu target sanksi yang dijatuhkan berdasarkan undang-undang di Washington.
Daftar 39 perusahaan yang terkait militer dan intelijen Moskow dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS. Dasar penjatuhan sanksi itu adalah Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act yang disahkan Kongres pada bulan Juli meskipun sempat ditentang Gedung Putih.
”Maksud Kongres dan pemerintah adalah untuk menggunakan Pasal 231 dari UU tersebut untuk menanggapi perilaku jahat Rusia sehubungan dengan krisis di Ukraina timur, gangguan dan serangan siber, dan pelanggaran hak asasi manusia,” kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS kepada wartawan.
”Bagian dari tindakan ini menargetkan transaksi signifikan dengan orang-orang di sektor pertahanan dan intelijen pemerintah Rusia, yang dapat mencakup penjualan persenjataan Rusia tingkat lanjut di seluruh dunia,” lanjut pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim.
Departemen Luar Negeri AS telah menyerahkan daftar 39 perusahaan tersebut ke Kongres pada hari Kamis lalu atau 25 hari setelah UU disahkan.
Sementara itu, Kremlin kesal dengan keputusan Washington yang menjatuhkan sanksi baru terhadap Moskow.
“Bagaimanapun, ini adalah gema sikap tidak bersahabat dan bahkan bermusuhan terhadap negara kita,” kata Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, seperti dikutip Russia Today, Sabtu (28/10/2017).
Peskov mengulang pernyataan Putin bahwa Moskow siap untuk membuat hubungan bilateral dengan AS lebih maju jika Washington ingin melakukannya. ”Sejauh yang bisa kita lihat, kemauan ini tidak begitu mantap,” kesal Peskov.
(mas)