Dokumen AS: Oswald Bertemu Agen KGB sebelum Tembak Mati JFK

Jum'at, 27 Oktober 2017 - 15:02 WIB
Dokumen AS: Oswald Bertemu...
Dokumen AS: Oswald Bertemu Agen KGB sebelum Tembak Mati JFK
A A A
WASHINGTON - Lee Harvey Oswald, mantan marinir Amerika Serikat (AS), bertemu dengan agen KGB Uni Soviet sebelum menembak mati Presiden John Fitzgerald Kennedy (JFK) pada 22 November 1963. Hal itu terungkap dari dokumen rahasia yang dirilis Kantor Arsip Nasional.

Oswald, sang sniper yang jadi tersangka tunggal pembunuhan JFK , dibunuh Jack Ruby—pemilik kelab malam di Dallas—sebelum dia diadili. Ribuan dokumen terkait penyelidikan pembunuhan presiden ke-35 AS dirilis pada hari Kamis (26/10/2017).

Menurut dokumen yang berasal dari berkas FBI, Oswald, yang merupakan sosok Marxis, datang ke Kedutaan Besar Uni Soviet di Mexico City pada tanggal 28 September 1963. Di kedutaan itu, dia bertemu dengan Valeriy Vladimirovich Kostikov, seorang agen senior KGB.

Dalam dokumen lain, secara sensasional terungkap bahwa FBI mengetahui pertemuan tersebut pada tanggal 1 Oktober pada tahun yang sama atau lebih dari sebulan sebelum pembunuhan yang mengejutkan dunia tersebut.

Data itu pula yang membuat FBI dikecam habis-habisan oleh komite Senat AS karena kegagalannya menghentikan Oswald setelah kunjungan enam hari di Mexico City.

Seperti diberitakan sebelumnya, Arsip Nasional AS telah merilis 2.800 dari 3.100 dokumen rahasia terkait penyelidikan pembunuhan Kennedy. Trump awalnya memerintahakan agar semua dokumen dibukan untuk publik, namun atas tekanan CIA dan FBI ada sebagian dokumen yang masih diblokir dengan alasan perlu ditinjau ulang.

Keputusan Trump untuk memerintahkan perilisan data rahasia itu untuk menjalankan amanat Undang-Undang Tahun 1992 yang disusun Senat AS. Senat telah memberi batas akhir waktu perilisan data rahasia tersebut hingga Kamis, 26 Oktober 2017.

Dalam sebuah memo kepada kepala instansi pemerintah, Trump mengatakan bahwa rakyat Amerika layak mendapat akses sebanyak mungkin terhadap catatan tersebut.

”Oleh karena itu, saya memerintahkan hari ini bahwa kerudung akhirnya diangkat,” tulis Trump dalam memonya. Presiden AS ini menambahkan bahwa dia tidak punya pilihan selain menerima redaksi yang diminta untuk saat ini atau ada sebagian dokumen yang masih diblokir dengan alasan menyangkut keamanan AS.

“Dengan ini saya mengarahkan semua instansi yang telah mengajukan penundaan pengungkapan penuh untuk meninjau informasi dan mengidentifikasi sebanyak mungkin apa yang dapat diungkapkan kepada publik tanpa membahayakan operasi pertahanan, intelijen, penegakan hukum dan operasi kebijakan luar negeri,” lanjut memo Trump, seperti dikutip Reuters, Jumat (27/10/2017).

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan, Direktur CIA Mike Pompeo merupakan advokat utama yang berdebat di Gedung Putih karena menyimpan beberapa rahasia material.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
12 menit yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
42 menit yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
1 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
2 jam yang lalu
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved