Namai Bayinya 'Jihad', Pasangan Muslim Prancis Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 24 Oktober 2017 - 08:55 WIB
Namai Bayinya Jihad,...
Namai Bayinya 'Jihad', Pasangan Muslim Prancis Dilaporkan ke Polisi
A A A
TOULOUSE - Pasangan orang tua Muslim di Prancis dilaporkan ke polisi setelah mereka menamai bayinya dengan nama “Jihad”. Kasus ini dibawa sampai ke pengadilan karena nama tersebut dianggap berkaitan dengan terorisme.

Awalnya, pasangan orang tua itu mencoba mendaftarkan nama bayinya di kantor terkait di sebuah balai kota di pinggiran Kota Toulouse, Léguevin, tak lama setelah bayinya lahir pada bulan Agustus. Sejak itu mereka dilaporkan ke polisi oleh pejabat di balai kota.

Pejabat di balai kota juga memberi tahu jaksa yang kemudian menuntut nama “Jihad” tersebut di pengadilan keluarga dengan tuduhan berhubungan dengan terorisme.

Pasangan yang menolak diidentifikasi, mengklaim bahwa nama ”Jihad” untuk bayinya tidak berarti ”Perang Suci”, melainkan usaha, perjuangan dan pembelaan diri.

Wewenang boleh tidaknya nama itu sekarang ada di tangan hakim pengadilan keluarga. Putusan hakim belum keluar.

Prancis memiliki undang-undang ketat yang mengatur nama untuk bayi. Mengutip laporan Telegraph, Selasa (24/10/2017), sampai tahun 1993, orang tua di negara itu hanya diizinkan untuk memilih nama depan dari daftar nama yang disetujui secara resmi oleh pemerintah.

Orang tua di negara kemudian diizinkan untuk memberi nama anak-anaknya apa pun yang mereka inginkan asalkan tidak bertentangan dengan kepentingan anak di kemudian hari.
Jika bayi laki-laki di Toulouse itu nantinya diizinkan dinamai “Jihad” itu bukan anak pertama di Prancis yang memiliki nama seperti itu.

Pada tahun 2013, seorang ibu pernah menamai anak laki-lakinya dengan nama Jihad. Bocah 3 tahun itu pernah dikirim ke sekolah di Nimes dengan mengenakan T-shirt bertuliskan; ”I am a Bomb” di bagian depan, dan ”Born on September 11” di bagian belakang.

Sang ibu lantas diberi hukuman penjara karena dituduh menggunakan anaknya untuk “mengagungkan terorisme”. Hukuman itu kemudian ditangguhkan.
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
44 menit yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
1 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
2 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
3 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
4 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
4 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved