Terbuang dan Putus Asa, Nasib Anak-anak Rohingya Buat Unicef Prihatin

Jum'at, 20 Oktober 2017 - 10:28 WIB
Terbuang dan Putus Asa,...
Terbuang dan Putus Asa, Nasib Anak-anak Rohingya Buat Unicef Prihatin
A A A
DHAKA - Hampir 340 ribu anak-anak Rohingya tinggal dalam kondisi kumuh di kamp-kamp Bangladesh dimana mereka kekurangan cukup makanan, air bersih dan perawatan kesehatan. Demikian yang dikatakan lembaga peduli anak-anak PBB, Unicef.

Sampai 12.000 anak bergabung dengan mereka setiap minggu, melarikan diri dari kekerasan atau kelaparan di Myanmar. Seringkali anak-anak tersebut menyimpan trauma dengan kekejaman yang mereka saksikan. Begitu bunyi laporan yang diberi judul "Terbuang dan Putus Asa."

"Ini tidak akan menjadi jangka pendek, ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat," kata Simon Ingram, penulis laporan dan pejabat Unicef, dalam sebuah berita singkat.

"Jadi sangat penting bahwa perbatasan tetap terbuka dan perlindungan untuk anak-anak diberikan dan sama untuk anak-anak yang lahir di Bangladesh memiliki kelahiran mereka terdaftar," sambungnya seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (20/10/2017).

Ingram mengatakan kebanyakan warga Rohingya tidak memiliki kewarganegaraan di Myanmar dan banyak yang melarikan diri tanpa identitas. Ia menambahkan bayi-bayi yang baru lahir di Bangladesh: "Tanpa identitas mereka tidak memiliki kesempatan untuk berasimilasi ke dalam masyarakat manapun secara efektif."

Ingram juga mengungkapkan jika persediaan air minum dan toilet yang aman sangat kekurangan di kamp-kamp dan permukiman yang kacau dan padat. Ingram setelah menghabiskan dua minggu di Cox's Bazar, Bangladesh.

"Dalam arti tidak mengherankan bahwa mereka harus benar-benar melihat tempat ini sebagai neraka di bumi," katanya.

Ia juga mengungkapkan satu dari lima anak-anak Rohingya yang berusia di bawah lima tahun diperkirakan mengalami kekurangan gizi akut, membutuhkan perhatian medis.

"Ada risiko sangat tinggi wabah penyakit yang ditularkan melalui air, diare dan kolera yang bisa dibayangkan dalam jangka panjang," tambahnya.

Ingram mengungkapkan Unicef
(ian)
Berita Terkait
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Tentara Myanmar Akui...
Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Pemimpin Tertinggi Rohingya...
Pemimpin Tertinggi Rohingya Ditembak Mati di Bangladesh usai Salat
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
34 menit yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
1 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
2 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
3 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved