Pilu Gadis Kansas: Dipaksa Gabung ISIS, Hamil dan Kangen Pulang

Jum'at, 13 Oktober 2017 - 17:19 WIB
Pilu Gadis Kansas: Dipaksa...
Pilu Gadis Kansas: Dipaksa Gabung ISIS, Hamil dan Kangen Pulang
A A A
RAQQA - Seorang gadis berusia 15 tahun asal Kansas, Amerika Serikat (AS) berada di antara sekelompok wanita yang berhasil keluar dari benteng ISIS yang terkepung di Raqqa. Dia diajak paksa ayahnya ke Suriah dan menikah dengan militan hingga akhirnya hamil.

Di lokasi penampungan para korban kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di wilayah Suriah, dia membuat permohonan kepada ibunya di AS agar menolongnya. Gadis yang hamil itu sudah rindu pulang ke negaranya.

Dengan busana hitam, berjilbab, gadis ini melakukan wawancara video dengan koresponden CBS News, Holly Williams. Dia mengaku lima tahun yang lalu diajak paksa oleh ayahnya—seorang pendukung ISIS—yang sekarang sudah terbunuh di Suriah.

”Ayah saya, tentu saja, tidak memberi tahu bahwa kami akan pergi ke Suriah,” katanya. ”Ketika tiba waktunya untuk keluar dari mobil dan menyeberangi perbatasan, rasanya seperti, 'Anda akan pergi ke Suriah’. Dan ya, ini benar-benar kejutan besar,” lanjut dia.

CBS dalam laporannya, Jumat (13/10/2017), melindungi identitas gadis itu. Namun, asal kotanya disebutkan, yakni Kansas. Perempuan belasan tahun itu merindukan steak dari Texas Roadhouse, sebuah restoran waralaba yang tersebar di Olathe, Lawrence, Topeka, Manhattan dan Wichita.

Gadis itu yakin ibunya masih berada di AS. ”Hai Ibu, jika Anda melihat video ini, silakan hubungi saya,” ujarnya.

Dia merupakan seorang muslimah yang taat. Dia mengaku membenci ekstremis ISIS. ”Kami adalah tahanan,” katanya. ”Kami diam saja. Diam. Duduk. Anda di rumah Anda saja, tidak perlu mengatakan apa-apa. Jadi, senanglah kepala Anda tidak dipenggal.”

Dia terpengaruh fakta perang di lapangan yang dia lihat. ”Saat Anda berjalan di luar ada usus di jalan,” katanya. ”Ada kepala yang terputus dari pecahan peluru. Ada kaki,” paparnya.

Meskipun dia tidak menyukai ISIS, dia menikahi salah satu militan kelompok itu dan sekarang hamil enam bulan. Laporan CBS tidak merinci apakah dia dinikahkan paksa atau atas kemauannya sendiri. Suaminya baru saja terbunuh oleh serangan milisi Suriah.

Gadis asal Kansas ini masih memiliki harapan yang ingin dia raih. “Saya berharap bisa pergi ke sekolah, berharap bisa menjadi orang normal, berharap bisa menjadi ibu bagi anak saya,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Serangan AS di Suriah...
Serangan AS di Suriah Tewaskan Pemimpin Senior ISIS
Pasukan AS Tewaskan...
Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan...
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan Tewas dalam Pertempuran
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
46 menit yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
55 menit yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
1 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
2 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved