Anggota ISIS Sally Jones Dilaporkan Terbunuh oleh Serangan Drone AS

Kamis, 12 Oktober 2017 - 11:49 WIB
Anggota ISIS Sally Jones...
Anggota ISIS Sally Jones Dilaporkan Terbunuh oleh Serangan Drone AS
A A A
LONDON - Anggota kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) asal Inggris, Sally Jones , dilaporkan terbunuh bersama dengan anak laki-lakinya Jojo, 12, dalam serangan drone Amerika Serikat (AS). Jones yang merupakan mantan lady rocker ini diyakini tewas di perbatasan Suriah-Irak.

Jones dijuluki “white widow” atau "janda putih" dan dikenal sebagai perekrut ISIS yang mengandalkan media sosial.

Surat kabar Inggris, The Sun, melaporkan bahwa CIA telah memberitahu rekan-rekannya di Inggris bahwa Jones tewas oleh serangan drone Predator AS di dekat perbatasan Suriah-Irak pada bulan Juni lalu.

Dia terakhir terdeteksi melarikan diri dari Raqqa dan menuju kota Mayadin di perbatasan Suriah. Banyak anggota ISIS telah meninggalkan Kota Raqqa karena organisasi tersebut secara bertahap mulai runtuh.

Pentagon tidak dapat memastikan bahwa Jones telah terbunuh. Juru bicara Pentagon Mayor Adrian Rankine-Galloway mengaku belum memiliki data kuat untuk mengonfirmasi kematiannya.

”Saya tidak memiliki informasi apapun yang akan mendukung laporan tersebut, tapi itu bisa berubah dan kami melihat ke dalamnya,” katanya, seperti dikutip The Guardian, Kamis (12/10/2017).

Jones, mantan musisi punk rock, lahir di Greenwich, London tenggara, namun kemudian pindah ke Chatham, Kent.

Setelah menjadi mualaf, dia melakukan perjalanan dari Inggris ke Suriah pada tahun 2013 untuk bergabung dengan suaminya, Junaid Hussain, yang terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS pada tahun 2015.

Setelah kematian Hussain, pers Inggris mulai menyebut perempuan itu sebagai janda kulit putih. Dia bukan satu-satunya “jihadis” yang diberi julukan seperti itu. Sebelumnya, Samantha Lewthwaite, janda dari Germaine Lindsay; pelaku serangan 7/7 penyerang London, juga mendapat julukan serupa.

Baik Hussain dan Jones dituduh merekrut calon ekstremis di Inggris untuk melakukan serangan. Dia dimasukkan dalam daftar sanksi PBB, di mana asetnya telah dibekukan.
(mas)
Berita Terkait
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
ISIS Manfaatkan Pandemi...
ISIS Manfaatkan Pandemi COVID-19 untuk Tingkatkan Serangan di Irak
Panglima Tertinggi Negara...
Panglima Tertinggi Negara Islam di Irak Jassim Al-Mazrouei Tewas Terbunuh
Balas Dendam, Rudal-rudal...
Balas Dendam, Rudal-rudal Iran Serang ISIS di Suriah dan Markas Mossad di Irak
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Serangan AS di Suriah...
Serangan AS di Suriah Tewaskan Pemimpin Senior ISIS
Berita Terkini
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
36 menit yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
1 jam yang lalu
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
2 jam yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
3 jam yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
4 jam yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved