PBB: Serangan Terhadap Rohingya Terkoordinasi dan Sistematis

Kamis, 12 Oktober 2017 - 04:14 WIB
PBB: Serangan Terhadap...
PBB: Serangan Terhadap Rohingya Terkoordinasi dan Sistematis
A A A
JENEWA - Serangan terhadap etnis Muslim Rohingya di Myanmar menunjukkan sebuah strategi untuk menanamkan ketakutan dan trauma yang meluas. Serangan tersebut juga bertujuan untuk mencegah mereka untuk kembali ke rumah mereka.

Demikian laporan yang dirilis oleh kantor HAM PBB. Laporan tersebut berdasarkan 65 wawancara yang dilakukan pada pertengahan September dengan etnis Rohingya, secara individu dan kelompok. Lebih dari setengah juta orang dari kelompok etnis tersebut melarikan diri ke Bangladesh selama aksi kekerasan di Myanmar.

"Serangan terhadap Rohingya di negara bagian Rakhine di Myanmar utara oleh pasukan keamanan dan massa Budha terkoordinasi dan sistematis dengan tujuan untuk tidak hanya mengusir penduduk tapi mencegah mereka untuk kembali," bunyi laporan tersebut seperti dikutip dari CBS, Kamis (12/10/2017).

Beberapa dari mereka yang diwawancarai mengatakan bahwa sebelum dan selama serangan, tentara Myanmar menggunakan megafon untuk mengumumkan: "Anda tidak termasuk warga di sini, pergi ke Bangladesh. Jika Anda tidak pergi, kami akan membakar rumah Anda dan membunuh Anda."

Menurut penyidik PBB, langkah-langkah melawan kelompok minoritas dimulai hampir sebulan sebelum serangan 25 Agustus terhadap pos polisi oleh militan Muslim. Serangan ini hanya dalih untuk militer Myanmar melakukan apa yang disebut sebagai operasi pembersihan di Rakhine.

"Informasi yang kami terima menunjukkan bahwa hari dan sampai satu bulan sebelum tanggal 25 Agustus, bahwa pasukan keamanan Myanmar memberlakukan pembatasan lebih lanjut mengenai akses ke pasar, klinik medis, sekolah dan tempat ibadah," kata Karin Friedrich, yang merupakan bagian dari misi PBB ke Bangladesh, pada sebuah konferensi pers.

"Orang-orang Rohingya yang berusia 15 sampai 40 tahun dilaporkan ditangkap oleh polisi Myanmar dan ditahan tanpa tuduhan apapun," ungkapnya.

Kepala HAM PBB, Zeid Ra'ad al-Hussein mengatakan, pengabaian hak-hak Myanmar, termasuk kewarganegaraan, kepada Rohingya tampaknya merupakan bagian dari taktik sinis untuk memindahkan secara paksa sejumlah besar orang tanpa kemungkinan untuk kembali. Dia juga menggambarkan serangan sistematis dan pemboman desa secara luas sebagai "teks book dari pembersihan etnis."

Laporan tersebut mengatakan bahwa upaya dilakukan untuk menghapus secara efektif tanda-tanda tengara yang mudah diingat di daerah Rohingya untuk membuat lanskap tidak dapat dikenali.

Mayoritas Budha Myanmar menganggap Muslim Rohingya adalah kelompok etnis yang terpisah dan menganggap mereka sebagai imigran ilegal.
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Myanmar: Sebagian Besar...
Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
12 menit yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
3 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
4 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
5 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
6 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
8 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved