Berbulan-bulan Terjebak, Ribuan Muslim Rohingya di Rakhine Akhirnya Dapat Bantuan

Rabu, 11 Oktober 2017 - 22:48 WIB
Berbulan-bulan Terjebak,...
Berbulan-bulan Terjebak, Ribuan Muslim Rohingya di Rakhine Akhirnya Dapat Bantuan
A A A
YANGON - Penduduk desa Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar, untuk pertama kalinya mendapatkan bantuan pangan pertama setelah mendapat tekanan internasional. Mereka terisolir dan terancam oleh penduduk desa tetangga yang beragama Budha dan mendapatkan pelecehan dengan kekerasan dari tentara Myanmar.

Diplomat dan kelompok bantuan meminta pemerintah untuk masuk setelah Reuters secara eksklusif melaporkan situasi mengerikan yang dihadapi oleh ribuan Muslim Rohingya yang terjebak di desa Ah Nauk Pyin dan Nyaung Pin Gyi bulan lalu.

"Sebuah kapal tiba kemarin malam dengan membawa beras dan enam petugas Palang Merah datang ke desa kami pagi ini," Maung Maung, seorang administrator di desa Rohingya sungai Ah Nauk Pyin, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (11/10/2017).

Ia mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam tiga bulan persediaan makanan yang signifikan telah dikirim ke desa tersebut.

"Bantuan itu tiba saat kami mulai kelaparan," katanya.

Hubungan yang rapuh antara penduduk desa Rohingya dan tetangga etnis Rakhine yang beragama Budha hancur pada 25 Agustus. Serangan mematikan militan Rohingya memicu sebuah respon ganas dari pasukan keamanan Myanmar.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa umat Buddha Rakhine telah bergabung dalam serangan terhadap Rohingya Penduduk Ah Nauk Pyin mengatakan kepada Reuters pada pertengahan September bahwa mereka telah diancam oleh umat Buddha dan mereka memohon kepada pihak berwenang agar menyiapkan jalur aman untuk keluar.

Namun pemerintah negara bagian menyuruh mereka untuk tetap tinggal.

Baca juga:
Ribuan Muslim Rohingya Masih Terjebak di Rakhine


Lebih dari setengah juta warga desa Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh. Mereka menyelamatkan diri dari apa yang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebut "contoh teks book tentang pembersihan etnis" yang ditujukan untuk mendorong Rohingya ke luar negeri untuk selamanya.

Namun Myanmar menolak tuduhan itu. Dikatakan bahwa pihaknya sedang memerangi kampanye yang sah melawan "teroris" Rohingya.

Ratusan ribu Rohingya tetap berada di Rakhine, banyak yang takut akan keamanan mereka dan menghadapi kelaparan karena persediaan makanan menyusut, sebagian karena pembatasan perdagangan dan distribusi beras.

Menteri Pertolongan dan Pemukiman kembali Win Myat Aye, yang memimpin respons pemerintah terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine, membenarkan bahwa bantuan tersebut telah tiba di Ah Nauk Pyin.

Dia mengatakan bahwa pemerintah akan mendukung semua orang yang rentan.

"Kami akan mendukung orang-orang ini terus menerus, sampai mereka dapat berdiri di atas kaki mereka sendiri. Tidak ada yang mau mengandalkan bantuan seumur hidup mereka," katanya.

Setelah Reuters melaporkan tentang penderitaan Ah Nauk Pyin, dan desa terdekat Nyaung Pin Gyi, diplomat yang berbasis di Myanmar telah meminta untuk menjadwalkan sebuah perjalanan yang diselenggarakan pemerintah ke negara bagian Rakhine pekan lalu.

Jadwal perjalanan tersebut menyebutkan laporan Reuters.

Win Myat Aye telah mengunjungi Ah Nauk Pyin beberapa kali dengan pejabat pemerintah negara bagian Rakhine, dan telah berjanji untuk melindungi penghuninya.

Myanmar telah membatasi akses ke Rakhine untuk sebagian besar lembaga bantuan, walaupun ada seruan internasional yang terus berlanjut untuk kelompok kemanusiaan agar diizinkan untuk membantu.

Bantuan sedang diselenggarakan oleh tiga organisasi Palang Merah - Palang Merah Myanmar, Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah Internasional serta Komite Palang Merah Internasional (ICRC).

Bantuan kepada 600 keluarga Ah Nauk Pyin yang dikirim pada hari Rabu termasuk beras, minyak, kacang, garam, gula dan ikan kaleng selama sebulan.

Warga desa Rohingya lainnya, Nyaung Pin Gyi, mengatakan bahwa mereka belum dikunjungi dan belum mendapatkan bantuan apapun, namun pejabat komunikasi ICRC Khin Htay Oo mengatakan bahwa Nyaung Pin Gyi akan mendapatkan bantuan makanan pada hari Selasa.

"Kami membantu semua orang yang terkena dampak konflik, kami tidak berpihak pada ras atau agama," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Myanmar: Sebagian Besar...
Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Berita Terkini
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
19 menit yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
1 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
2 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
2 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
3 jam yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
5 jam yang lalu
Infografis
6 Taman di Jakarta Buka...
6 Taman di Jakarta Buka 24 Jam, Dapat Ciptakan Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved