Latih Tentara Somalia, Turki Buka Pangkalan Militer di Mogadishu

Minggu, 01 Oktober 2017 - 00:55 WIB
Latih Tentara Somalia,...
Latih Tentara Somalia, Turki Buka Pangkalan Militer di Mogadishu
A A A
MOGADISHU - Turki membuka pangkalan militer terbesarnya di luar negeri pada hari Sabtu di ibukota Somalia. Keberadaan pangkalan militer ini memperkuat hubungan Turki dengan negara Muslim yang bergejolak namun strategis dan membangun kehadiran di Afrika Timur.

"Lebih dari 10.000 tentara Somalia akan dilatih oleh perwira Turki di markas tersebut," kata seorang pejabat senior Turki jelang sebuah upacara di Mogadishu yang dihadiri oleh kepala staf militer Turki Hulusi Akar.

Pembukaan basis yang dibangun dengan biaya USD50 juta itu memberi sinyal hubungan erat Turki dan Somalia. Hubungan Turki dengan negara di Tanduk Afrika itu seperti kembali ke Kekaisaran Ottoman, namun pemerintahan Presiden Tayyip Erdogan telah menjadi sekutu dekat pemerintah Somalia dalam beberapa tahun terakhir.

Pada upacara pembukaan pada hari Sabtu, Perdana Menteri Somalia Hassan Ali Khaire mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Turki karena telah membuka sekolah pelatihan dan mengatakan akan membantu pemerintah "merekonstruksi" kekuatan nasionalnya.

"Tidak berdasarkan klan, bukan dari tempat tertentu , tapi pasukan terlatih yang mewakili rakyat Somalia," katanya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (1/10/2017).

Dia mencatat bahwa sekolah militer adalah yang terbesar di luar negeri Turki. Fasilitas ini bisa melatih dan menampung 1.000 tentara sekaligus dan memiliki lapangan olah raga serta jalur lari.

Erdogan, yang berakar pada politik Islam, adalah pembela Muslim yang blak-blakan, terutama mereka yang membutuhkan bantuan kemanusiaan, seperti pengungsi Suriah dan Rohingya dari Myanmar.

Analis mengatakan bahwa, setelah Arab Spring, kebijakan luar negeri Turki di kawasan menggelepar, Ankara telah menemukan mitra yang bersedia berada di Somalia.

"Ini adalah negara di mana Turki dapat membuat perbedaan tanpa harus bersaing dengan kekuatan regional atau global," kata Sinan Ulgen, seorang ilmuwan di Carnegie Endowment for International Peace.

"Fokus awal Ankara pada bantuan, yang bertentangan dengan bantuan keamanan atau dukungan penuh dari partai politik, membantu membangun kepercayaan," tambahnya.
(ian)
Berita Terkait
Turki Menyerahkan Barak...
Turki Menyerahkan Barak Militer yang Dibangunnya pada Somalia
Presiden Somaliland...
Presiden Somaliland akan Kunjungi Israel dan Gabung Kesepakatan Abraham
Turki Kerahkan Kapal...
Turki Kerahkan Kapal Perang ke Perairan Somalia, Ada Apa Gerangan?
Bom Mobil Bunuh Diri...
Bom Mobil Bunuh Diri Guncang Ibu Kota Somalia
Somalia Putuskan Hubungan...
Somalia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Kenya
Perompak Somalia Bajak...
Perompak Somalia Bajak Kapal Berbendera Panama
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
1 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
2 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
3 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
4 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
4 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved