AS Kurangi Staf Kedubes dan Larang Warganya ke Kuba

Sabtu, 30 September 2017 - 05:13 WIB
AS Kurangi Staf Kedubes...
AS Kurangi Staf Kedubes dan Larang Warganya ke Kuba
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengurangi kehadiran diplomatiknya di Havana lebih dari setengah dan akan memperingatkan warganya untuk tidak mengunjungi Kuba. Kebijakan ini sebagai efek dari serangan yang ditargetkan dan melukai setidaknya 21 personel Kedubes AS.

"Sampai pemerintah Kuba dapat meyakinkan Amerika Serikat akan keamanan personil pemerintah AS di Kuba, kedutaan kami akan dikurangi menjadi petugas darurat sehingga dapat meminimalkan jumlah personil pemerintah AS yang berisiko terkena paparan," ujar pejabat senior Departemen Luar Negeri AS.

"Operasi visa rutin ditangguhkan tanpa batas waktu," kata pejabat tersebut, yang seperti orang lain dalam sebuah konferensi telepon dengan wartawan yang berbicara tanpa menyebut nama.

Dia juga mengatakan bahwa staf kedutaan yang tidak penting akan ditarik dan juga semua anggota keluarga seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (30/9/2017).

Perwira AS dan kongres mengatakan bahwa Washington menyusun sebuah rencana untuk menarik staf dari kedutaan Havana. Kebijakan itu sebagai tanggapan atas insiden misterius yang telah merugikan kesehatan beberapa diplomat AS di negara itu.

Pemerintah Kuba telah membantah turut berperan dalam serangan itu dan melakukan investigasi. Tapi sejauh ini dikatakan tidak dapat menentukan penyebabnya.

Baca juga:
Kuba Akan Selidiki 'Insiden Misterius' Terhadap Diplomat AS


Pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa baik pemerintah AS maupun Kuba tidak dapat mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Pemerintah Kuba bertanggung jawab untuk mengambil semua langkah yang tepat untuk mencegah serangan terhadap personil diplomatik kami di Kuba," tegasnya.

Evakuasi sebagian, sementara digambarkan sebagai tindakan pengamanan, dapat mengirimkan pesan ketidaksenangan AS atas penanganan Kuba terkait masalah tersebut. Efek lain adalah memberikan pukulan terhadap kebijakan mantan Presiden AS Barack Obama yang terlibat dengan perang Dingin melawan Kuba.

Meskipun Washington tidak menyalahkan langsung pihak berwenang Kuba, Sekretaris Negara Rex Tillerson mengingatkan Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez di Washington tentang kewajiban Kuba untuk melindungi diplomat dan keluarga mereka.

"Gejala dari 21 personel kedutaan AS yang terluka termasuk gangguan pendengaran, pusing, tinnitus, masalah keseimbangan, keluhan penglihatan, sakit kepala, kelelahan, masalah kognitif dan sulit tidur," pejabat senior Departemen Luar Negeri tersebut mengatakan.

Baca juga:
AS Usir Dua Diplomat Kuba karena 'Insiden Misterius'


"Karena keamanan personil kami berisiko dan kami tidak dapat mengidentifikasi sumber serangan tersebut, kami percaya bahwa warga AS juga mungkin berisiko dan memperingatkan mereka untuk tidak melakukan perjalanan ke Kuba," pejabat tersebut menambahkan.
(ian)
Berita Terkait
China Memata-matai Amerika...
China Memata-matai Amerika Serikat dari Kuba, Ini Reaksi Biden
Kuba: AS Lakukan Kampanye...
Kuba: AS Lakukan Kampanye Kotor Terhadap Bantuan Medis Kami
Kedubesnya Diberondong...
Kedubesnya Diberondong Tembakan, Kuba Salahkan Trump
AS Pertimbangkan Masukkan...
AS Pertimbangkan Masukkan Kembali Kuba ke Daftar Negara Sponsor Teroris
Hadapi Invasi Militer...
Hadapi Invasi Militer AS, Presiden Kuba: Akan Ada Pertumparah Darah
Kembali Dimasukan Dalam...
Kembali Dimasukan Dalam Daftar Negara Pendukung Teroris, Kuba Sebut AS Munafik
Berita Terkini
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
1 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
2 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
3 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
5 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
6 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
8 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved