Pesawat Tempur Israel Merudal Situs Dekat Bandara Damaskus, Suriah

Sabtu, 23 September 2017 - 01:06 WIB
Pesawat Tempur Israel...
Pesawat Tempur Israel Merudal Situs Dekat Bandara Damaskus, Suriah
A A A
DAMASKUS - Pesawat tempur Israel meluncurkan serangan rudal yang menghantam sebuah situs di dekat Bandara Internasional Damaskus, Suriah. Menurut pemantau Krisis Suriah, target yang diserang Israel merupakan situs senjata kelompok bersenjata Hizbullah Libanon.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan pada hari Jumat bahwa serangan berlangsung Kamis malam. ”Mengakibatkan penghancuran dan kerusakan di tempat di mana rudal tersebut jatuh,” kata pihak observatorium dalam sebuah pernyataan.

“Ledakan tersebut mengguncang Bandara Internasional Damaskus,” lanjut observatorium, seperti dilansir Al Jazeera, Sabtu (23/9/2017).

Serangan di dekat bandara Damaskus merupakan yang terbaru dari serangkaian serangan Israel terhadap Suriah, di mana perang sipil selama enam tahun ini telah menghancurkan sebagian besar negara tersebut.

Bulan lalu, seorang pejabat senior Israel bersumpah bahwa militer Israel akan mengebom istana Presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus jika Iran terus memperluas wilayahnya di negara yang dilanda perang sipil tersebut.

Pada bulan Agustus, dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin—sekutu dekat Assad—Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyuarakan keprihatinan tentang kehadiran pasukan Iran dan Hizbullah di Suriah.

Dua minggu yang lalu, Israel dilaporkan menyerang sebuah situs pemerintah Suriah yang dituding terkait dengan produksi senjata kimia.

Konflik Suriah dimulai pada bulan Maret 2011 di mana demonstran oposisi menentang pemerintah Assad. Namun, krisis politik itu berubah menjadi perang sipil penuh yang telah menewaskan ratusan ribu orang.

Selama bertahun-tahun, kekuatan oposisi telah tumbuh menjadi kuat. Di saat perang sipil pecah, kelompok radikal seperti ISIS muncul dan ikut memerangi pasukan Assad.

Pemerintahan Assad, yang didukung oleh Rusia dan Iran, telah berselisih dengan Amerika Serikat (AS), Turki dan negara-negara lain yang telah mendukung pasukan oposisi atau pemberontak.

Pada hari Kamis, Rusia memperingatkan AS bahwa militer Moskow akan menargetkan kelompok oposisi bersenjata yang didukung Washington di Suriah jika tentara Rusia kembali mendapat ancaman.

Pada hari yang sama, Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan kepada Reuters bahwa Turki akan mengerahkan pasukan di wilayah utara Idlib di Suriah sebagai bagian dari apa yang disebut perjanjian de-eskalasi yang ditengahi oleh Rusia bulan lalu.

Zona de-eskalasi, yang disepakati oleh Turki, Rusia dan Iran, akan dibahas lebih lanjut dalam pembicaraan dengan Putin selama kunjungan presiden Rusia ke Ankara minggu depan.

”Berdasarkan kesepakatan tersebut, Rusia menjaga keamanan di luar Idlib dan Turki akan menjaga keamanan di wilayah Idlib,” kata Erdogan.

”Tugasnya tidak mudah, dengan Putin kita akan membahas langkah-langkah tambahan yang perlu diambil untuk memberantas teroris sekali dan selamanya untuk memulihkan perdamaian.”
(mas)
Berita Terkait
Dua Warga Sipil Tewas...
Dua Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara Israel di Suriah
Tank Israel Gempur Provinsi...
Tank Israel Gempur Provinsi Quneitra di Suriah
Dahsyatnya Serangan...
Dahsyatnya Serangan Udara Israel di Suriah, 57 Orang Tewas
Suriah Desak PBB Ambil...
Suriah Desak PBB Ambil Langkah Tegas Terkait Serangan Udara Israel
3 Ancaman Zionis ke...
3 Ancaman Zionis ke HTS di Suriah, Salah Satunya Jangan Dekati Perbatasan Israel
Israel Gempur Suriah,...
Israel Gempur Suriah, 2 Orang Tewas di Damaskus
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
9 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
13 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved