Ribuan Muslim Rohingya Masih Terjebak di Rakhine

Rabu, 20 September 2017 - 10:08 WIB
Ribuan Muslim Rohingya...
Ribuan Muslim Rohingya Masih Terjebak di Rakhine
A A A
SITTWE - Ribuan Muslim Rohingya dari dua desa terpencil terjebak oleh umat Budha yang bermusuhan di Myanmar barat laut setelah tidak diberi jalan aman yang mereka minta untuk mengungsi. Hal itu diungkapkan oleh seorang pejabat senior pemerintah setempat.

Penduduk desa Rohingya mengatakan bahwa mereka ingin pergi tapi membutuhkan perlindungan pemerintah dari umat Buddha Rakhine yang mengancam akan membunuh mereka. Mereka juga mengatakan bahwa mereka kekurangan makanan sejak 25 Agustus, ketika gerilyawan Rohingya melancarkan serangan mematikan di negara bagian Rakhine, memprovokasi tindakan keras oleh militer Myanmar.

Warga desa Ah Nauk Pyin, salah satu dari dua desa Rohingya, mengatakan bahwa mereka berharap untuk pindah ke tempat aman di sebuah kamp di luar Sittwe, ibukota negara bagian terdekat.

Penduduk Rohingya Ah Nauk Pyin mengatakan bahwa mereka tidak memiliki pilihan lain kecuali tetap tinggal, dan hubungan mereka dengan tetangga Rakhine yang penuh dengan ketegangan dapat pecah setiap saat.

Sekitar 2.700 orang tinggal di Ah Nauk Pyin, yang setengah diantaranya berlindung di antara pohon buah-buahan dan pohon kelapa di semenanjung yang tersapu hujan. Penduduknya mengatakan bahwa pria Rakhine telah mengancam via telepon dan baru saja berkumpul di luar desa dengan berteriak, "Tinggalkan, atau kita akan membunuh Anda semua".

"Pada hari Selasa pagi, warga desa Rakhine mengusir dua orang Rohingya yang mencoba ke ladang mereka," kata pemimpin desa Ah Nauk Pyin, Maung Maung.

Rakhine menolak melecehkan tetangga Muslim mereka, namun ingin mereka pergi, karena khawatir mereka bisa berkolaborasi dengan militan dari Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), yang melakukan serangan 25 Agustus.

Khin Tun Aye, kepala Shwe Laung Tin, salah satu desa Rakhine di dekatnya, membenarkan bahwa mereka telah mengusir kedua orang Rohingya tersebut jika mereka berencana menyerang atau meledakkan desanya.

"Mereka seharusnya tidak menutup diri pada situasi konflik saat ini. Orang hidup dalam ketakutan terus-menerus," katanya menyalahkan penduduk Rohingya Ah Nauk Pyin.

Kantor Koordinator Residen PBB di Myanmar mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya "sadar dan peduli" mengenai situasi tersebut dan mendiskusikannya dengan pemerintah Myanmar.

Sementara itu, terkait hal ini, Sekretaris pemerintah negara bagian Rakhine Tin Maung Swe mengatakan bahwa permintaan dari dua desa untuk jalur yang aman telah ditolak. Mereka dianggap memiliki cukup beras dan dilindungi oleh sebuah pos polisi terdekat.

"Alasan mereka tidak bisa diterima. Mereka harus tinggal di tempat asalnya," katanya seperti dilansir dari Reuters, Rabu (20/9/2017).

Menurut Tin Maung Swe langkah seperti itu tidak mungkin karena bisa membuat marah umat Budha Rakhine dan selanjutnya mengobarkan ketegangan komunal.

Tin Maung Swe tidak mengizinkan Reuters mengunjungi daerah tersebut untuk alasan keamanan. Namun ia mengatakan pihak berwenang akan menilai kebutuhan mereka yang tinggal di sana.

"Jika mereka butuh makanan, kami siap mengirimkannya. Jangan khawatir tentang itu," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Myanmar: Sebagian Besar...
Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
1 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
3 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
5 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
6 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved