Suu Kyi Kutuk dan Janji Adili Pelanggar HAM Rohingya

Selasa, 19 September 2017 - 15:46 WIB
Suu Kyi Kutuk dan Janji...
Suu Kyi Kutuk dan Janji Adili Pelanggar HAM Rohingya
A A A
YANGON - Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, mengutuk setiap pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di negara bagian Rakhine. Ia juga mengatakan akan menyeret setiap pelaku pelanggaran HAM tersebut ke pengadilan.

Hal itu dikatakan Suu Kyi dalam pidato kenegaraannya yang pertama sejak pecahnya aksi kekerasan di Rakhine pada akhir Agustus lalu. Serangan gerilyawan Muslim Rohingya pada 25 Agustus memicu sebuah respons militer yang telah memaksa lebih dari 410 ribu orang Rohingya eksodus ke negara tetangga Bangladesh.

PBB telah mencap operasi militer itu sebagai pembersihan etnis negara bagian barat. Suu Kyi tidak menanggapi tuduhan tersebut namun mengatakan bahwa pemerintahannya telah berkomitmen terhadap supremasi hukum.

"Kami mengecam semua pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan yang melanggar hukum. Kami berkomitmen untuk pemulihan perdamaian dan stabilitas dan supremasi hukum di seluruh negara bagian," kata Suu Kyi dalam pidatonya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/9/2017).

"Tindakan akan diambil terhadap semua orang terlepas dari agama, ras dan posisi politik mereka, yang menentang hukum negara dan melanggar hak asasi manusia," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Suu Kyi juga mengaku ikut merasakan penderitaan setiap orang yang terjebak dalam konflik di Rakhine.

"Kami turut merasakan penderitaan semua orang yang terjebak dalam konflik dari perasaan yang terdalam," ujarnya.

Aung San Suu Kyi menghadapi sejumlah kecaman atas sikap bungkamnya terhadap pelanggaran HAM yang dihadapi oleh Rohingya. Selama ini, ia kerap menuai pujian dari Barat atas perannya sebagai oposisi demokratis Myanmar di negara negara mayoritas Budha selama bertahun-tahun di bawah pemerintahan militer dan tahanan rumah.

Hal ini pulalah yang mengantarkan Suu Kyi meraih Nobel Perdamaian pada tahun 1991 lalu.
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Berita Terkini
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
12 menit yang lalu
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
40 menit yang lalu
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
1 jam yang lalu
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
1 jam yang lalu
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
1 jam yang lalu
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
2 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved