Citra Satelit, Militer Myanmar Musnahkan 200 Lebih Desa Rohingya

Selasa, 19 September 2017 - 12:20 WIB
Citra Satelit, Militer...
Citra Satelit, Militer Myanmar Musnahkan 200 Lebih Desa Rohingya
A A A
NEW YORK - Analisis citra satelit yang baru terhadap negara bagian Rakhine di Myanmar menunjukkan bahwa setidaknya 214 desa Muslim Rohingya telah dibakar dalam beberapa pekan terakhir. Lebih dari 400 ribu orang telah melarikan diri sebagai pengungsi ke Bangladesh.

Human Rights Watch (HRW) mengatakan citra satelit yang terperinci, dibuat baru tersedia karena pembukaan awan Monsoon selama akhir pekan, mengungkapkan kehancuran dari pembakaran yang jauh lebih besar daripada yang sebelumnya diketahui.

Gambar menunjukkan puluhan ribu rumah hancur, dengan lebih dari 90 persen bangunan di 214 desa rusak. HRW mengatakan bahwa gambar tersebut membenarkan laporan pembakaran, penjarahan dan pembunuhan oleh tentara dan kelompok main hakim sendiri dari wawancara dengan pengungsi Rohingya.

HRW pun meminta Majelis Umum PBB untuk mengadopsi sebuah resolusi yang mengecam "pembersihan etnis" di Myanmar. HRW sebelumnya juga meminta Dewan Keamanan untuk memberlakukan embargo senjata komprehensif terhadap negara tersebut.

Baca juga:
Krisis Rohingya, DK PBB Didesak Jatuhkan Embargo Senjata ke Myanmar


"Gambar-gambar ini memberikan bukti yang mengejutkan tentang penghancuran besar-besaran dalam usaha nyata oleh pasukan keamanan Myanmar untuk mencegah Rohingya kembali ke desa mereka," ujar wakil direktur HRW, Phil Robertson, seperti dikutip dari Asean Correspondent, Selasa (19/9/2017).

Pemerintah Myanmar membantah tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa Rohingya membakar rumah mereka sendiri.

"Para pemimpin dunia yang bertemu di PBB harus bertindak untuk mengakhiri krisis yang meningkat ini dan menunjukkan pemimpin militer Myanmar bahwa mereka akan membayar mahal untuk kekejaman semacam itu," tegas Robertson.

Saat Sidang Majelis Umum PBB bertemu di New York minggu ini, kekuatan barat telah menekan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi untuk mendorong berakhirnya kekerasan terhadap Rohingya. Secara luas dikritik karena bungkam atas isu tersebut, Suu Kyi direncanakan akan menyampaikan pidato nasional.

Sebelumnya, Inggris, Prancis dan Australia mendesak Penasihat Negara itu untuk mengambil tindakan. "Kami harapkan dari Nyonya Aung Sang Suu Kyi besok sebuah pernyataan kuat ke arah ini," Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves le Drian mengatakan kepada wartawan di New York.

Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengatakan bahwa ini adalah kesempatan terakhir bagi Suu Kyi untuk membalikkan keadaan dan memastikan pembantaian tersebut berhenti.

Baca juga:
Suu Kyi Punya Kesempatan Terakhir Atasi Krisis Rohingya
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Myanmar: Sebagian Besar...
Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Berita Terkini
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
1 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
2 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
3 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
5 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
6 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
8 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved