Tentara Myanmar Dituduh Bakar Desa-desa Muslim Rohingya

Kamis, 31 Agustus 2017 - 16:20 WIB
Tentara Myanmar Dituduh...
Tentara Myanmar Dituduh Bakar Desa-desa Muslim Rohingya
A A A
YANGON - Para aktivis HAM menuduh tentara Myanmar membakar desa-desa warga Muslim Rohinya di negara bagian Rakhine. Selain itu, tentara juga dituding menembaki para warga sipil etnis minoritas tersebut.

Laporan aksi kekerasan tentara Myanmar—juga dikenal sebagai Burma—diterima Laura Haigh, peneliti Amnesty International untuk Burma. Menurutnya, laporan pembakaran desa-desa itu sangat menganggu.

Aksi militer itu terjadi setelah kelompok militan di Rakhine menyerang pos-pos polisi pekan lalu.

”Sementara otoritas Myanmar memiliki kewajiban untuk menyelidiki serangan kriminal terhadap pasukan keamanan, mereka harus menahan diri dari kekerasan, dan memastikan bahwa mereka melakukan segala upaya untuk membedakan antara tersangka militan dan orang biasa,” kata Haigh.

”Ini tidak dapat menyebabkan terulangnya pembalasan militer pada tahun lalu yang menimpa serangan serupa, di mana pasukan keamanan menyiksa, membunuh dan memperkosa orang-orang Rohingya dan membakar habis seluruh desa,” lanjut Haigh, seperti dilansir dari The Independent, Kamis (31/8/2017).

Kekerasan terbaru di Rakhine telah mendorong ribuan warga Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh untuk menyelamatkan diri.

Pemerintah Myanmar menyalahkan gerilyawan Rohingya atas kekerasan tersebut. Konflik terbaru di Rakhine telah menewaskan lebih dari 90 orang termasuk belasan pasukan keamanan Myanmar.

Kementerian Informasi Myanmar menyangkal tentara sebagai pelaku pembakaran desa-desa warga Muslim Rohingya.

”Teroris ekstrimis meledakkan bom improvisasi, membakar desa-desa dan menyerang pos-pos polisi di Area-2 Maungdaw kemarin dari pagi sampai sore,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Sedangkan Arakan Times, sebuah situs berita online yang melayani komunitas Rohingya, mengatakan bahwa tentara Myanmar dan polisi penjaga perbatasan membakar 1.000 rumah dalam tindakan yang dimulai pada hari Sabtu dan berlanjut pada hari Senin.

Klaim kedua belah pihak sulit untuk diverifikasi, karena pemerintah Myanmar menolak wartawan mengakses wilayah Rakhine.

Human Rights Watch yang berbasis di New York mengatakan bahwa foto satelit menunjukkan pembakaran meluas terjadi di 10 wilayah di utara Rakhine.

Kelompok pemberontak Rohingya, Arakan Rohingya Salvation Army atau ARSA, mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Kamis malam terhadap lebih dari 25 lokasi termasuk pos-pos polisi perbatasan. ARSA mengklaim serangan itu sebagai pembelaan terhadap warga Rohingya.
(mas)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Myanmar: Sebagian Besar...
Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
17 menit yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
51 menit yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
3 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
3 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
5 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
6 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved