Putin Kunjungi Wilayah Georgia yang 'Dicaplok' Rusia, NATO Kesal

Rabu, 09 Agustus 2017 - 04:25 WIB
Putin Kunjungi Wilayah...
Putin Kunjungi Wilayah Georgia yang 'Dicaplok' Rusia, NATO Kesal
A A A
PITSUNDA - Presiden Vladimir Putin mengunjungi wilayah Abhkhazia, wilayah Georgia yang dianeksasi atau dicaplok Rusia. Kunjungan pemimpin Kremlin ini membuat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) kesal.

Kunjungan Presiden Putin pada hari Selasa bertepatan dengan peringatan sembilan tahun perang singkat Rusia-Georgia. Ada dua wilayah Georgia yang lepas dan bergabung dengan Rusia usai konflik tersebut.

Kremlin telah menandatangani sebuah kesepakatan yang secara efektif mengintegrasikan Ossetia Selatan dengan Rusia pada tahun 2015. Pada tahun 2014, perjanjian serupa juga dilakukan dengan Abkhazia.

Georgia dan NATO yang tidak mengakui integrasi dua wilayah itu menuduh Moskow melanggar kedaulatan Georgia secara lebih jauh dengan diam-diam memindahkan perbatasan.

Kunjungan Putin kemarin disambut pemimpin Abkhazia, Raul Khadzhimba, di kota resor Pitsunda, Laut Hitam.

Juru bicara NATO, Dylan White, dalam sebuah pernyataan mencela langkah Putin.

”Kunjungan Presiden Putin ke wilayah Abkhazia di Georgia—pada ulang tahun kesembilan konflik bersenjata—merugikan upaya internasional untuk menemukan penyelesaian damai dan negosiasi,” kata White.

“Kami menyesal bahwa kunjungan ini dilakukan tanpa persetujuan dari pihak berwenang Georgia,” lanjut dia.

”NATO dipersatukan dalam dukungan penuh atas kedaulatan dan integritas teritorial Georgia di dalam batas yang diakui secara internasional,” papar White. ”Kami tidak akan mengakui upaya untuk mengubah status Abkhazia dan Ossetia Selatan sebagai wilayah Georgia.”

Pada pertemuan Putin, menteri kesehatan Rusia dan Abkhazia menandatangani sebuah kesepakatan untuk memperpanjang asuransi kesehatan pemerintah Rusia kepada warga negara Rusia yang tinggal di Abkhazia. Secara efektif, semua warga Abkhazia dapat memperoleh kewarganegaraan Rusia.

”Tamu, dari manapun mereka datang, termasuk dari Rusia, harus mengerti dan merasa bahwa mereka berada di bawah perlindungan yang dapat diandalkan,” kata Putin pada pertemuan tersebut, seperti disampaikan Kremlin dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Reuters, Rabu (9/8/2017).
(mas)
Berita Terkait
Rusia Desak NATO Tutup...
Rusia Desak NATO Tutup Pintu bagi Ukraina untuk Bergabung
Sedang Perang Lawan...
Sedang Perang Lawan Ukraina, Rusia Isyaratkan Akan Caplok Wilayah Georgia
Jerman Berikan Bantuan...
Jerman Berikan Bantuan Perang untuk Ukraina Sebesar 6,5 Trilyun Rupiah
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Rusia dan Georgia
Rusia: Klaim Moskow...
Rusia: Klaim Moskow Hendak Habisi Jurnalis Georgia Absurd
Tolak RUU Agen Asing...
Tolak RUU Agen Asing Gaya Rusia, Demonstran Kepung Parlemen Georgia
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
3 jam yang lalu
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
4 jam yang lalu
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
5 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
6 jam yang lalu
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
7 jam yang lalu
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
8 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved