Raja Abdullah dan Abbas Desak Trump Dukung Solusi Dua Negara

Selasa, 08 Agustus 2017 - 16:10 WIB
Raja Abdullah dan Abbas...
Raja Abdullah dan Abbas Desak Trump Dukung Solusi Dua Negara
A A A
RAMALLAH - Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dan Raja Yordania Abdullah meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetujui solusi dua negara. Hal itu diungkapkan setelah keduanya melakukan pertemuan di Ramallah.

Kunjungan Raja Abdullah ke Ramallah adalah yang pertama sejak tahun 2012. Kunjungan ini merupakan reaksi atas meningkatnya ketegangan di situs suci utama Yerusalem Kuno yang oleh umat Islam dikenal sebagai Haram al-Sharif dan Yahudi sebagai Temple Mount.

Raja Jordania mengatakan kepada Abbas bahwa Trump berkomitmen untuk mencapai perdamaian antara Palestina dan Israel seperti dikutip dari UPI, Selasa (8/8/2017).

Sebuah pernyataan dari juru runding Palestina Saeb Erakat mengatakan, Washington harus mengklarifikasi posisinya mengenai pembentukan sebuah negara Palestina yang didasarkan pada perbatasan 1967. Dia juga mengatakan bahwa Washington harus mendukung pembekuan pembangunan permukiman agar perundingan dimulai.

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Malki mengatakan bahwa kunjungan Abbas dan Abdullah menghasilkan pembentukan tim gabungan untuk mengatasi krisis di masa depan dan meningkatkan koordinasi mengenai ketegangan di tempat suci tersebut.

Pada bulan Juli, umat Islam menggelar aksi protes di Yerusalem dan Tepi Barat setelah Israel menambahkan kamera dan detektor logam di pintu masuk kompleks Masjid al-Aqsa. Pemasangan alat pengaman itu dilakukan setelah serangan 14 Juli di mana dua petugas Israel dan tiga penyerang terbunuh. Abbas juga menghentikan semua kontak antara Otoritas Palestina dan pemerintah Israel sampai Israel memindahkan kamera pada akhir bulan ini.

Pejabat Palestina telah mengkritik Washington dalam menangani konflik situs suci tersebut dan sikap diam AS terhadap konstruksi permukiman baru-baru ini.

Setelah pertemuan Februari dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Trump mengatakan bahwa dia dapat hidup dengan solusi satu negara atau dua negara selama kedua belah pihak merasa bahagia. Presiden AS juga meminta Israel untuk menunda pembangunan permukiman sampai kesepakatan damai dengan Palestina dapat disetujui.
(ian)
Berita Terkait
Raja Yordania: Tidak...
Raja Yordania: Tidak Ada Perdamaian Jika Masalah Palestina Belum Selesai
Klinik Keliling Pengungsi...
Klinik Keliling Pengungsi Palestina di Yordania
Netanyahu Kirim Bos...
Netanyahu Kirim Bos Mossad Temui Raja Yordania, Bahas Pencaplokan
Yordania: Penyelesaian...
Yordania: Penyelesaian Konflik Israel-Palestina Bergantung pada Solusi Dua Negara
Kualifikasi Piala Dunia...
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Palestina Tertunduk di Hadapan Yordania
Mengapa Mesir dan Yordania...
Mengapa Mesir dan Yordania Menolak Usulan Trump untuk Menampung Pengungsi Gaza?
Berita Terkini
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
27 menit yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
1 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
3 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
3 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved