Markas Militer Venezuela Diserang Paramiliter, 2 Tewas

Senin, 07 Agustus 2017 - 07:07 WIB
Markas Militer Venezuela...
Markas Militer Venezuela Diserang Paramiliter, 2 Tewas
A A A
CARACAS - Pihak militer Venezuela mengatakan berhasil mementahkan serangan paramiliter anti pemerintah di sebuah pangkalan. Serangan itu berujung pada tewasnya dua orang dari pelaku penyerangan.

Pihak berwenang mengatakan pemberontakan itu berlangsung di sebuah pangkalan militer di Valencia, sekitar 150 kilometer di sebelah barat Caracas. Pemberontak yang terjadi pada dini hari itu dengan cepat diberangus.

Presiden Maduro merujuk pada kejadian tersebut mengatakan pihaknya telah berhasil menumpas sekelompok teroris. Hal itu diungkapkannya dalam acara TV mingguannya Minggu dengan Maduro.

"Seminggu yang lalu, kami menang dengan suara dan hari ini kami harus mengalahkan terorisme dengan peluru," ujar Maduro.

"Mereka menyerang dengan terorisme dan kebencian. Kami menyerang dengan pekerjaan kami, cinta kami, mereka merusak, kami membangun," imbuhnya seperti dikutip dari CNN, Senin (7/8/2017).

Maduro mengatakan ada 10 penyerang. "Dua terbunuh oleh tembakan yang ditembakkan oleh orang-orang yang setia kepada bangsa kita. Seseorang terluka. Dari 10 penyerang ini, sembilan adalah warga sipil dan hanya satu letnan yang telah dicopot dari jabatannya beberapa bulan yang lalu," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh warga sipil yang nakal mengenakan seragam militer pada Minggu pagi. Tindakan tersebut diberi label sebagai serangan teroris dengan sifat paramiliter.

Sedangkan Menteri Komunikasi Venezuela Ernesto Villegas mengatakan tujuh orang telah ditahan dalam "serangan tentara bayaran".

Sebelumnya, seorang pria yang mengidentifikasikan dirinya sebagai perwira militer mengumumkan pemberontakan melalui sebuah video di media sosial. Ia menyebutnya sebagai pemberontakan yang sah, ditujukan kepada pemerintahan sayap kiri Presiden Nicolas Maduro.

"Kami bersatu sekarang, lebih dari sebelumnya, dengan orang-orang Venezuela yang pemberani yang tidak mengakui keabsahan tirani pembunuh Nicolas Maduro," menurut seorang pria mengaku sebagai Kapten Juan Caguaripano.

Insiden hari Minggu terjadi di tengah kegelisahan setiap hari di negara Amerika Selatan itu, di mana kesulitan ekonomi dan kekacauan politik berdarah yang telah menggoncang negara tersebut selama berbulan-bulan. Puncaknya terjadi pada pekan lalu ketika Majelis Konstituante terpilih menggantikan posisi pimpinan oposisi di Majelis Nasional atau parlemen Venezuela.
(ian)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas untuk...
Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS di Jakarta
Diam-diam, Sekutu Maduro...
Diam-diam, Sekutu Maduro dan Guaido Lakukan Pembicaraan Rahasia
Negara Ini Kaya Minyak,...
Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita
Terlalu Sering Menjilat,...
Terlalu Sering Menjilat, AS Kecam Pemenang Nobel Venezuela sebagai Perusak
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Venezuela Tukar Emas...
Venezuela Tukar Emas dengan Dolar, Dibantu UEA, Mali dan Pesawat Rusia
Berita Terkini
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
48 menit yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
1 jam yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
3 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
4 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
6 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
9 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved