Moskow: Hubungan AS dan Rusia Dimulai Lagi atau Semua Berantakan
Minggu, 30 Juli 2017 - 06:07 WIB
Moskow: Hubungan AS dan Rusia Dimulai Lagi atau Semua Berantakan
A
A
A
MOSKOW - Rusia menyerukan Amerika Serikat (AS) untuk memulai lagi hubungan baru kedua negara dengan mengakhiri aksi saling balas penjatuhan sanksi. Jika hubungan baru tidak dimulai, semuanya akan berantakan.
Seruan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov. Dia menyerukan Washington untuk merevisi kebijakannya dan mematahkan “lingkaran setan pembalasan sanksi”.
Seperti diberitakan sebelumnya, AS sudah menyiapkan paket sanksi terbaru terhadap Rusia atas berbagai tuduhan, seperti ikut campur pemilu AS tahun 2016, mendukung separatis Ukraina, aneksasi Crimea dari Ukraina tahun 2014 dan berbagai tuduhan lain.
Baca: Balas Sanksi, Moskow Pangkas Staf Diplomatik AS di Rusia
Rusia pun membalas dengan memangkas jumlah staf diplomatik AS di Moskow dan menyita rumah kedutaan berserta fasilitas. Pembalasan sanksi ini sebenarnya balasan atas tindakan pemerintah Barack Obama pada tahun lalu yang mengusir 35 diplomat Rusia dan menyita kantor diplomatiknya yang berada di AS.
”Harapan saya adalah bahwa lingkaran setan pembalasan (sanksi) ini tidak akan berlanjut.Langkah-langkah dan tindakan balasan harus dihentikan sekarang,” kata Ryabkov.
”Sekarang kita harus memulai lagi (hubungan baru) dan seruan saya kepada rekan-rekan di Washington dan juga kepada Duta Besar (John F) Tefft harus berhenti sekarang, kita harus mulai membangun rumah baru, konstruksi baru atau tipe yang sangat berbeda, jika tidak semuanya akan berantakan,” ujarnya mengacu pada protes dubes AS terkait aksi pembalasan sanksi Rusia pada AS kemarin.
Menurut Ryabkov, sanksi balasan Rusia kapada AS itu baru sementara dan melangkah ke tindakan lebih lanjut jika kebijakan AS tetap bermusuhan.
”Kami menunggu begitu lama, kami pikir sudah cukup waktu bagi pengambil keputusan di New York untuk mengubah pikiran mereka,” katanya, seperti dikutip dari ABC News, Minggu (30/7/2017).
”Sekarang kita sama dalam hal jumlah staf diplomatik,” imbuh dia mengacu pada jumlah staf diplomatik AS di Moskow yang dipangkas Rusia.
”Jadi, jika pihak AS memutuskan untuk bergerak menuju kemerosotan lebih lanjut, kita akan menjawab, kita akan merespons dengan baik. Kita akan bercermin (dengan) ini, kita akan membalas, tapi seruan saya dan seluruh poin saya; jangan lakukan itu. Itu merugikan kepentingan AS.”
Seruan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov. Dia menyerukan Washington untuk merevisi kebijakannya dan mematahkan “lingkaran setan pembalasan sanksi”.
Seperti diberitakan sebelumnya, AS sudah menyiapkan paket sanksi terbaru terhadap Rusia atas berbagai tuduhan, seperti ikut campur pemilu AS tahun 2016, mendukung separatis Ukraina, aneksasi Crimea dari Ukraina tahun 2014 dan berbagai tuduhan lain.
Baca: Balas Sanksi, Moskow Pangkas Staf Diplomatik AS di Rusia
Rusia pun membalas dengan memangkas jumlah staf diplomatik AS di Moskow dan menyita rumah kedutaan berserta fasilitas. Pembalasan sanksi ini sebenarnya balasan atas tindakan pemerintah Barack Obama pada tahun lalu yang mengusir 35 diplomat Rusia dan menyita kantor diplomatiknya yang berada di AS.
”Harapan saya adalah bahwa lingkaran setan pembalasan (sanksi) ini tidak akan berlanjut.Langkah-langkah dan tindakan balasan harus dihentikan sekarang,” kata Ryabkov.
”Sekarang kita harus memulai lagi (hubungan baru) dan seruan saya kepada rekan-rekan di Washington dan juga kepada Duta Besar (John F) Tefft harus berhenti sekarang, kita harus mulai membangun rumah baru, konstruksi baru atau tipe yang sangat berbeda, jika tidak semuanya akan berantakan,” ujarnya mengacu pada protes dubes AS terkait aksi pembalasan sanksi Rusia pada AS kemarin.
Menurut Ryabkov, sanksi balasan Rusia kapada AS itu baru sementara dan melangkah ke tindakan lebih lanjut jika kebijakan AS tetap bermusuhan.
”Kami menunggu begitu lama, kami pikir sudah cukup waktu bagi pengambil keputusan di New York untuk mengubah pikiran mereka,” katanya, seperti dikutip dari ABC News, Minggu (30/7/2017).
”Sekarang kita sama dalam hal jumlah staf diplomatik,” imbuh dia mengacu pada jumlah staf diplomatik AS di Moskow yang dipangkas Rusia.
”Jadi, jika pihak AS memutuskan untuk bergerak menuju kemerosotan lebih lanjut, kita akan menjawab, kita akan merespons dengan baik. Kita akan bercermin (dengan) ini, kita akan membalas, tapi seruan saya dan seluruh poin saya; jangan lakukan itu. Itu merugikan kepentingan AS.”
(mas)